KENDARI — Guru matematika di SRMP 25 Kendari, Risnanoviani, mengaku sempat kewalahan saat pertama kali mengajar. Pasalnya, kemampuan dasar para siswa masih sangat terbatas, bahkan untuk perkalian angka satu hingga lima saja mereka kesulitan. Namun, setelah pendampingan intensif selama kurang lebih 10 bulan, progres belajar siswa mulai menunjukkan peningkatan signifikan.
Wanita yang akrab disapa Novi itu mengajar di Sekolah Rakyat yang berlokasi di Jalan Mayjend DI Panjaitan, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari. Ia menuturkan bahwa pada awal semester, siswa kelas 1 SRMP masih kesulitan dengan operasi hitung dasar.
"Sejauh ini saya lihat progresnya cukup meningkat, sebelumnya untuk perkalian satu sampai lima saja susah," katanya kepada TribunnewsSultra.com, Selasa (26/5/2026).
Memasuki semester genap, para siswa kini mulai mempelajari materi Aljabar. Proses pembelajaran telah berlangsung dalam tiga kali pertemuan. Pada pertemuan pertama, Novi memperkenalkan unsur dan sifat-sifat Aljabar. Selanjutnya, siswa mulai dikenalkan dengan dasar-dasar perhitungan, dan pada pertemuan terbaru mereka mempelajari penjumlahan serta pengurangan Aljabar.
Menurut Novi, keberhasilan ini tidak lepas dari semangat belajar yang tumbuh di antara para siswa. Ia melihat adanya dorongan dari teman sebaya yang memotivasi satu sama lain untuk mengejar ketertinggalan.
"Alhamdulillah mungkin dengan motivasi dari teman-temannya juga jadi mereka ada keinginan untuk mengejar ketertinggalan mereka," jelasnya.
Meski perkembangan sudah terlihat, Novi mengaku masih menghadapi sejumlah tantangan dalam proses pembelajaran. Ia terus berupaya menyesuaikan metode pengajaran agar setiap siswa dapat memahami materi secara merata.