Microsoft dan Nvidia Umumkan Chip Arm N1X untuk Windows 11, Surface Laptop Ultra Meluncur Akhir 2026

Penulis: Vicky Prasetya  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 02:06:01 WIB
Microsoft dan Nvidia resmi meluncurkan chip Arm N1X untuk Windows 11 di ajang Build 2026.

Pengumuman tersebut menjadi salah satu yang paling menyita perhatian di ajang Build 2026 yang berlangsung di San Francisco pekan ini. Bersamaan dengan Computex yang digelar di Taipei, dua gelaran teknologi terbesar dunia itu menyajikan rentetan berita yang saling terkait. Mulai dari masa depan kecerdasan buatan (AI) di Windows hingga strategi perangkat keras yang selama ini dinanti.

Chip Arm N1X: Langkah Berani Nvidia di Pasar PC

Dengan nama kode RTX Spark, chip N1X dirancang sebagai prosesor portabel bertenaga untuk workstation yang menjalankan Windows 11. Langkah ini menempatkan Nvidia dalam persaingan langsung dengan Qualcomm dan Apple, yang lebih dulu sukses dengan chip buatannya sendiri.

Kehadiran N1X bukan sekadar tambahan varian prosesor. Ini adalah pernyataan bahwa Nvidia serius membangun ekosistem komputasi pribadi di luar GPU. Bagi pengguna profesional di Indonesia—seperti desainer, arsitek, atau data scientist—ini bisa berarti perangkat yang lebih ringan namun tetap memiliki daya komputasi setara desktop.

Surface Laptop Ultra dan Gelombang Perangkat RTX Spark

Microsoft langsung mengonfirmasi bahwa Surface Laptop Ultra akan menjadi salah satu pionir yang menggunakan chip N1X. Perangkat ini kabarnya akan hadir bersama jajaran PC RTX Spark lainnya dari berbagai mitra pabrikan pada akhir 2026.

Belum ada rincian harga atau spesifikasi lengkap untuk pasar Indonesia. Namun, dengan posisinya sebagai perangkat workstation portabel, banderolnya diprediksi akan berada di kelas premium, sejajar dengan lini Surface Pro atau MacBook Pro.

AI Makin Merakyat: Copilot+ dan Fitur On-Device Kian Luas

Selain perangkat keras, Microsoft juga memanfaatkan Build 2026 untuk memperluas jangkauan AI di Windows. Fitur Copilot+ PC, yang sebelumnya terbatas pada chip tertentu, kini akan didukung oleh lebih banyak prosesor—termasuk CPU dan GPU dari berbagai vendor.

Ini artinya, kemampuan AI yang berjalan langsung di perangkat (on-device) tanpa perlu koneksi internet terus menjadi prioritas. Konsep "unmetered AI" yang disinggung dalam presentasi Microsoft mengindikasikan bahwa pengguna tidak perlu khawatir soal kuota data saat memanfaatkan asisten AI untuk tugas-tugas lokal.

Dari Agent Scout hingga Proyek Solara: Ekosistem AI Microsoft Menguat

Microsoft juga memperkenalkan Scout, agen kerja personal yang ditenagai oleh OpenClaw. Di sisi lain, divisi Microsoft AI mengumumkan tujuh model fondasi (foundation models) baru. Yang menarik, sosok Stevie Bathiche—veteran Microsoft yang sempat vakum—kembali untuk memimpin pengembangan struktur aplikasi AI yang mengarah pada Project Solara.

Bagi pengembang di Indonesia, kabar ini penting. Dengan kehadiran WinApp CLI dan Windows Platform Skills plug-in, membuat aplikasi Windows asli dari command line kini bisa dilakukan. Microsoft bahkan menggoda bahwa pengguna bisa "vibe code" sebuah aplikasi native hanya dari CLI—sebuah gebrakan yang memudahkan entry level developer.

Gaming: Xbox Tunda Fable, Intel Siapkan Chip untuk Handheld

Di sektor gaming, kabar kurang menggembirakan datang dari Xbox. Asha Sharma, salah satu eksekutif Microsoft, mengakui bahwa keputusan untuk menunda reboot Fable disebabkan oleh kehadiran GTA VI yang diprediksi akan mendominasi pasar. Call of Duty Modern Warfare 4 disebut-sebut sebagai judul berikutnya yang paling dinanti.

Di sisi perangkat keras, Intel mengumumkan Arc G-series yang dirancang khusus untuk konsol genggam (handheld gaming). ASUS juga memperkenalkan ROG Xbox Ally X20 dengan layar OLED yang dipadukan dengan kacamata pintar XReal R1. Pasar handheld PC gaming, yang sempat lesu, mulai mendapat suntikan semangat baru.

Pendanaan dan IPO: Anthropic Kini Lebih Bernilai dari OpenAI

Dari sisi bisnis, persaingan perusahaan AI kian memanas. Anthropic, pengembang model Claude, berhasil meraih valuasi baru yang melampaui OpenAI. Perusahaan tersebut bahkan telah mengajukan IPO. Sementara itu, OpenAI meluncurkan GPT 5.5-Instant dengan janji mengurangi nada "sucking-up" (sikap terlalu merendah) pada asistennya, serta merilis fitur computer use di Codex untuk Windows.

Bagi pengguna akhir, ini berarti dalam satu-dua tahun ke depan, persaingan harga dan kualitas model AI akan semakin ketat. Pilihan asisten AI untuk pengguna Windows tidak lagi terbatas pada Copilot, tetapi juga Claude dari Anthropic dan GPT dari OpenAI yang kini semakin terintegrasi dengan sistem operasi.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: thurrott.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top