KENDARI — Ribuan warga Muna dari berbagai daerah memadati pelataran Eks MTQ Kota Kendari pada Minggu (19/7/2026) untuk menyaksikan prosesi pemberian gelar kehormatan adat kepada Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka. Acara yang digelar dalam rangka Silaturahmi Akbar KKMM Sultra ini menjadi panggung penegasan bahwa budaya lokal bukan sekadar warisan, melainkan pilar pembangunan daerah.
Dalam tradisi masyarakat Muna, gelar adat bukanlah sekadar atribut. Pemberiannya merupakan bentuk pengakuan terhadap figur yang dinilai memiliki dedikasi tinggi terhadap persatuan dan pelestarian budaya. Andi Sumangerukka menyebut penghargaan ini sebagai amanah moral yang harus dijawab dengan kerja nyata.
“Penghargaan ini saya terima dengan penuh rasa hormat. Ini bukan sekadar gelar adat, tetapi amanah untuk terus menjaga dan mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan Sulawesi Tenggara,” ujar gubernur yang akrab disapa ASR itu dalam sambutannya.
ASR juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus baru KKMM Sultra. Ia berharap organisasi ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam membina generasi muda dan menjaga warisan leluhur. Menurutnya, kontribusi putra-putri Muna di berbagai sektor—dari pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga TNI-Polri—menjadi modal sosial yang tak ternilai.
“Potensi sumber daya manusia yang dimiliki masyarakat Muna merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi pembangunan daerah,” tegasnya.
Silaturahmi Akbar KKMM tahun ini juga mencatat sejarah. Sebanyak 1.228 dulang—wadah tradisional berisi makanan—disajikan dalam acara tersebut dan berhasil meraih pengakuan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Tradisi dulang menjadi simbol kuat kebersamaan, semangat berbagi, dan rasa syukur yang diwariskan secara turun-temurun.
Ketua Umum Pengurus Wilayah KKMM Sultra yang juga Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menegaskan bahwa organisasinya akan terus menjadi rumah besar masyarakat Muna. Pihaknya siap bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan Sultra yang maju, aman, sejahtera, dan religius.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius, sekaligus mendukung program pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” ujar La Ode Darwin.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae, anggota DPR RI dan DPD RI asal Sultra, Ketua DPRD Sultra, Wali Kota Kendari, Bupati Muna, serta para tokoh adat dan masyarakat. Kehadiran mereka menguatkan pesan bahwa budaya dan pembangunan dapat berjalan beriringan.