KENDARI — Puluhan pencari kerja memadati lokasi Kendari Job Fair 2026 sejak hari pertama pembukaan, Rabu (22/7/2026). Mereka antre untuk mendaftar dan mengikuti wawancara awal dengan puluhan perusahaan yang berpartisipasi dalam bursa kerja tiga hari tersebut.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kota Kendari, Dr. Farida Agustina Muhcsin, mengatakan total ada 700 lowongan yang tersedia. Perusahaan yang berpartisipasi bergerak di sektor pertambangan, ritel, penyedia jasa tenaga kerja, perdagangan, pembangkit listrik, otomotif, hingga industri pengolahan pangan.
“Kami ingin memperluas kesempatan kerja, menurunkan tingkat pengangguran terbuka melalui penempatan tenaga kerja yang efektif,” ujar Farida dalam sambutannya.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyebut Kendari Job Fair merupakan program unggulan daerah. Pemerintah, kata dia, terus memetakan minat, bakat, serta kompetensi masyarakat agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
“Harapan kami sangat besar, seluruh masyarakat yang belum memiliki pekerjaan, kita bisa fasilitasi melalui program ini,” katanya saat diwawancarai awak media.
Selama Job Fair berlangsung, pencari kerja bisa mengakses berbagai layanan ketenagakerjaan. Mulai dari memperoleh informasi pasar kerja, mengajukan lamaran secara daring, mengikuti wawancara awal, hingga konsultasi terkait dunia kerja.
Kegiatan ini juga melibatkan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari, Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sultra, serta Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Kendari.
Salah seorang pencari kerja, Janhiz (35), datang ke Job Fair setelah mendapat informasi dari saudaranya. Ia mengaku kesempatan ini sangat berarti di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
“Kalau dibilang membantu, amat sangat membantu pastinya. Apalagi di saat kondisi seperti ini. Harapannya mudah-mudahan semua bisa dapat pekerjaan yang sesuai,” ungkap Janhiz.
Kendari Job Fair 2026 menjadi bagian dari strategi Pemkot Kendari menekan angka pengangguran sekaligus mengurangi kemiskinan di daerah. Siska mengajak masyarakat yang belum mengetahui program ini untuk segera datang dan memanfaatkan peluang yang ada.