SULAWESI TENGGARA — Manajemen Pelindo Regional 2 dan regulator pelabuhan sepakat untuk tidak sekadar mengejar target operasional. Dalam rapat yang berlangsung di Kantor KSOP Kelas III Sunda Kelapa, keduanya membedah data kinerja pelayanan kapal, efektivitas fasilitas, hingga kepatuhan terhadap standar keselamatan pelayaran. Tak hanya angka, tantangan lapangan selama triwulan II juga diulas satu per satu.
Manager PT Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa menegaskan, evaluasi berkala adalah fondasi untuk mewujudkan tata kelola pelabuhan yang profesional dan transparan. “Pelindo berkomitmen untuk terus meningkatkan standar pelayanan operasional melalui evaluasi yang dilakukan secara berkala bersama regulator dan seluruh stakeholder,” ujarnya dalam forum tersebut.
Sinergi ini, lanjutnya, menjadi kunci menghadirkan layanan kepelabuhanan yang aman, andal, dan efisien bagi pengguna jasa. Di sisi lain, KSOP Kelas III Sunda Kelapa menekankan pentingnya kolaborasi agar implementasi standar operasional berjalan konsisten sesuai ketentuan.
Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan salah satu simpul logistik vital di Jakarta. Setiap perbaikan waktu sandar kapal atau percepatan bongkar muat berdampak langsung pada biaya logistik yang ditanggung pengusaha dan konsumen. Dengan evaluasi ini, Pelindo dan KSOP berharap kelancaran arus barang di kawasan tersebut bisa terus ditingkatkan.
“Melalui rapat evaluasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta menyusun langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kinerja pelayanan secara berkelanjutan,” pungkas perwakilan KSOP.
Pelindo Regional 2 berencana menerapkan sejumlah langkah perbaikan pada triwulan berikutnya berdasarkan temuan dalam rapat tersebut. Fokus utamanya adalah peningkatan efektivitas penggunaan fasilitas pelabuhan dan penguatan aspek keselamatan. Perusahaan pelat merah ini juga akan terus memperkuat kolaborasi dengan regulator dan stakeholder untuk mendukung kelancaran arus logistik nasional.
Sebagai operator, Pelindo menargetkan layanan yang unggul dan bernilai tambah bagi pengguna jasa serta masyarakat luas. Evaluasi berkala seperti ini menjadi bukti bahwa perbaikan tidak hanya dilakukan saat ada masalah, melainkan berjalan terus-menerus.