SULAWESI TENGGARA — Kekalahan di SEA V Cup tidak lantas membuat Reidel Toiran mengubur ambisi besarnya. Pelatih asal Kuba itu justru melihat turnamen tersebut sebagai laboratorium uji coba yang pas untuk memetakan kelemahan tim sebelum menghadapi persaingan level Asia yang jauh lebih berat.
Toiran menilai hasil di SEA V Cup bukanlah cerminan kekuatan sesungguhnya Timnas Voli Indonesia. Ia menyebut turnamen itu lebih tepat dijadikan proses pembentukan tim, bukan patokan utama.
"Kalau tim ini bisa berlatih dengan maksimal, saya rasa kami bisa mencapai semifinal. Bahkan peluang ke final juga tetap ada, tergantung nanti bertemu siapa," kata Toiran.
Meski optimistis, Toiran tidak menutup mata pada peta kekuatan Asia. Ia secara spesifik menyebut Jepang dan Iran sebagai dua negara dengan kualitas terbaik di Asia jika tampil dengan kekuatan penuh di Aichi-Nagoya 2026.
Dengan target yang sudah dipatok sejak awal, Toiran kini mulai menyusun ulang komposisi pemain. Peluang perombakan skuad terbuka lebar, terutama di sektor yang dinilai masih kurang solid saat berlaga di SEA V Cup.
Menurut Toiran, persiapan yang matang menjadi faktor utama untuk mewujudkan target menembus empat besar Asian Games. Ia menekankan bahwa seluruh pemain harus menjalani program latihan secara maksimal jika ingin bersaing dengan tim-tim papan atas Asia.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bagi para pemain yang tampil kurang meyakinkan di SEA V Cup. Tanpa latihan optimal, posisi mereka di skuad inti bisa terancam.