Pekerja Proyek Kopdes Merah Putih di Konawe Tewas Tersengat Listrik, Sempat Dirawat di ICU RSUD

Penulis: Udin Syamsul  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 21:26:01 WIB
Petugas medis mengevakuasi jenazah pekerja proyek Kopdes Merah Putih di Konawe yang tewas tersengat listrik, Jumat (24/7/2026).

KONAWE — Kecelakaan kerja maut terjadi di proyek pembangunan gedung Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Duriaasi, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe. Seorang tukang berinisial A (32) tewas setelah tersengat aliran listrik bertegangan tinggi saat bekerja di ketinggian, Jumat (24/7/2026).

Korban yang beralamat di Kelurahan Sanua, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari itu, sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis. Peristiwa ini menjadi alarm bagi pengelola proyek dan pekerja konstruksi di wilayah tersebut untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan di lokasi kerja.

Kronologi: Rangka Besi Menyentuh Kabel Listrik

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden berawal saat korban tengah fokus memasang kuda-kuda segitiga bangunan di bagian atas konstruksi. Nahas, rangka besi yang sedang diangkat oleh korban diduga kuat menyentuh kabel listrik yang sudah terpasang di sekitar area proyek.

Kontak antara besi dan kabel itulah yang menyebabkan aliran listrik mengalir deras ke tubuh korban. Akibat sengatan tersebut, korban kehilangan keseimbangan dan jatuh dari ketinggian sekitar empat meter ke tanah.

Rekan-rekan korban yang melihat kejadian itu langsung bergerak cepat memberikan pertolongan pertama. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Wonggeduku untuk mendapatkan penanganan awal sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Konawe.

Sempat Dirawat di ICU Sebelum Meninggal Dunia

Korban tiba di RSUD Konawe sekitar pukul 10.00 Wita dan langsung mendapat pemeriksaan serta penanganan medis intensif. Namun, kondisi korban tidak kunjung membaik. Hingga pukul 14.44 Wita, tim dokter memutuskan untuk memindahkan korban ke ruang Intensive Care Unit (ICU) untuk perawatan lebih lanjut.

Memasuki malam hari, kondisi korban dilaporkan semakin kritis dan tidak sadarkan diri. Pada pukul 21.51 Wita, dokter RSUD Konawe, dr. Usman, menyatakan korban meninggal dunia setelah sebelumnya sempat dinyatakan kritis pada pukul 21.40 Wita.

Jenazah korban kemudian diberangkatkan ke rumah duka di Kelurahan Sanua, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, sekitar pukul 22.45 Wita untuk disemayamkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga.

Ketua Kopdes: Saya Tidak Ada di Lokasi Kejadian

Informasi mengenai adanya pekerja yang meninggal dunia ini dibenarkan oleh Budi, selaku Ketua Kopdes setempat. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti detail kronologi kecelakaan kerja tersebut.

"Saya tidak ada di lokasi saat kejadian berlangsung, jadi saya kurang tahu persis bagaimana kecelakaan itu terjadi," ujar Budi saat dikonfirmasi, Jumat (24/7/2026).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun dinas ketenagakerjaan setempat mengenai penyelidikan lebih lanjut atas insiden kecelakaan kerja ini. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang ketat di setiap proyek konstruksi, terutama yang melibatkan pekerjaan di ketinggian dan dekat dengan instalasi listrik.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: idealita.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top