SDN 1 Paku Konawe Terima Revitalisasi Rp 762 Juta dari Kemendikdasmen, RKB Baru Jawab Kekurangan Ruang Belajar

Penulis: Udin Syamsul  •  Kamis, 03 September 2026 | 20:19:31 WIB
Kepala SDN 1 Paku, Apriadin, S.Pd., menunjukkan lokasi pembangunan ruang kelas baru di sekolahnya, Kecamatan Morosi, Konawe.

KONAWE — SDN 1 Paku akhirnya bisa bernapas lega. Sekolah di Kecamatan Morosi yang selama ini kewalahan menampung peserta didik mendapat suntikan anggaran ratusan juta rupiah dari pemerintah pusat untuk merevitalisasi sarana pendidikan.

Kepala SDN 1 Paku, Apriadin, S.Pd., mengungkapkan salah satu persoalan terbesar sekolahnya adalah ketimpangan jumlah ruang kelas dengan banyaknya siswa. Dari total rombongan belajar yang mencapai sembilan kelas, sekolah hanya punya enam ruang kelas layak pakai.

"Jumlah siswa kami selalu bertambah. Saat ini kami memiliki sembilan kelas, sementara ruang kelas yang tersedia sebelumnya baru enam. Artinya, masih ada kekurangan ruang kelas," jelas Apriadin.

Tiga Pekerjaan Utama: RKB Baru hingga Rehabilitasi Toilet

Bantuan yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut tidak hanya menyentuh ruang kelas. Berdasarkan data kegiatan, terdapat tiga paket pekerjaan yang bakal digarap dalam kurun waktu 150 hari.

Pembangunan ruang kelas baru menjadi pos anggaran terbesar dengan nilai Rp 426.890.483. Disusul rehabilitasi ruang kelas yang menghabiskan dana Rp 294.838.482 serta perbaikan toilet senilai Rp 40.987.253.

Proses Pengusulan: Sekolah Berkomunikasi Langsung dengan Pusat

Apriadin menuturkan bahwa sekolahnya tidak mengajukan proposal melalui jalur birokrasi konvensional. Pengusulan justru dilakukan lewat jalur komunikasi langsung dengan kementerian.

"Memang kami berkomunikasi langsung dengan pusat, termasuk dengan perencana dan pengawas. Kementerian yang menangani kegiatan ini," ungkapnya.

Prosesnya diawali dengan mengirimkan dokumentasi dan data kondisi bangunan sekolah melalui tautan yang disediakan pemerintah pusat. Tim kementerian kemudian melakukan penilaian untuk menentukan sekolah mana yang layak menerima bantuan.

Morosi Tumbuh Pesat, Sekolah Menjadi Penampung Siswa Baru

Peningkatan jumlah siswa di SDN 1 Paku bukan tanpa sebab. Kecamatan Morosi termasuk kawasan berkembang seiring menggeliatnya aktivitas industri di sekitar pabrik. Banjir pekerja dari luar daerah ikut mendongkrak jumlah penduduk dan anak usia sekolah.

"Di Morosi ini perkembangan siswa sangat signifikan. Banyak pekerja dari luar daerah yang datang bekerja di pabrik, sehingga anak-anak mereka juga membutuhkan sekolah. Jadi, sekolah di sini menjadi tempat untuk menampung siswa," tutur Apriadin.

Kondisi itu membuat kebutuhan ruang belajar menjadi krusial. Apriadin menegaskan, anak-anak di Morosi tidak mungkin menempuh jarak jauh untuk bersekolah ke pusat kota Unaaha.

"Jangan Dihentikan": Harapan Kepala Sekolah untuk Program Ke Depan

Atas realisasi program tersebut, Apriadin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo. Ia berharap program revitalisasi satuan pendidikan dapat terus berlanjut.

"Sebagai pembina satuan pendidikan di SD Negeri Paku, saya sangat-sangat berterima kasih dengan program rehabilitasi ini kepada pemerintah, utamanya kepada Presiden Prabowo. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilanjutkan dan jangan dihentikan," ujarnya.

Ia menilai kehadiran ruang kelas baru dan perbaikan fasilitas bakal meningkatkan kenyamanan proses belajar mengajar. Baik siswa maupun guru diharapkan bisa menjalankan aktivitas sekolah dengan lebih optimal setelah pekerjaan revitalisasi rampung.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: rubriksatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top