Pencarian

Harga RAM dan SSD Diprediksi Mahal sampai 2030, Ini Dampaknya untuk Perangkat Anda

Senin, 31 Agustus 2026 • 11:36:01 WIB
Harga RAM dan SSD Diprediksi Mahal sampai 2030, Ini Dampaknya untuk Perangkat Anda
Harga RAM dan SSD diprediksi bertahan tinggi hingga 2030 akibat permintaan AI yang kuat.

SULAWESI TENGGARA — Prediksi terbaru dari CEO SK hynix, Kwak Noh-Jung, mengubah peta pasar komponen memori. Bila sebelumnya perusahaan memperkirakan pasokan DRAM komoditas baru longgar pada 2028, kini pernyataan resmi menyebut kekurangan pasokan berpotensi berlangsung hingga 2030. Pernyataan ini disampaikan setelah seremoni peletakan batu pertama fasilitas packaging baru di Indiana, Amerika Serikat, pekan lalu.

Bagi konsumen Indonesia yang tengah menabung untuk membeli smartphone, laptop, atau GPU baru, artinya satu hal: jangan berharap harga RAM dan SSD turun signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Kita mungkin harus terbiasa dengan harga memori yang bertahan di level tinggi lebih lama dari siklus industri sebelumnya.

Kenapa AI Mengubah Segalanya di Pasar Memori?

Pendorong utama di balik prediksi ini bukanlah kebiasaan konsumen, melainkan ledakan permintaan dari pusat data dan infrastruktur AI. Produk seperti HBM (High Bandwidth Memory) dan DRAM dengan konfigurasi khusus kini menjadi primadona, menggeser fokus produsen dari produk komoditas berspesifikasi seragam.

Ini perubahan fundamental. Dalam siklus memori tradisional, kelebihan pasokan bisa terjadi mendadak dan membuat harga anjlok. Kini, permintaan dari sektor AI cenderung lebih terencana dan terukur. Kwak menyebut proses pelonggaran pasar—jika itu terjadi—akan berlangsung bertahap, bukan tiba-tiba.

Pabrik Baru di Indiana Bukan Solusi Jangka Pendek

Banyak yang mengira pembangunan fasilitas baru SK hynix di Amerika Serikat akan menambah pasokan wafer global. Faktanya, tidak. Fasilitas di Indiana tersebut khusus untuk proses packaging dan pengujian HBM4E, bukan pabrik wafer. Wafer tetap diproduksi di Korea Selatan sebelum dikirim ke AS untuk diproses lebih lanjut.

Operasional cleanroom baru ditargetkan mulai paruh kedua 2028, dengan produksi massal pada kuartal ketiga 2029. Artinya, dalam dua hingga tiga tahun ke depan, fasilitas ini sama sekali tidak berkontribusi menambah kapasitas produksi secara global.

Yang Perlu Diperhatikan oleh Calon Pembeli Perangkat

Dampak dari prediksi ini tidak berhenti di harga RAM dan SSD. Komponen memori digunakan di PC, GPU, konsol, hingga smartphone. Ketika harga DRAM dan NAND bertahan tinggi, harga perangkat jadi ikut naik atau setidaknya tidak turun secepat biasanya.

Beberapa hal yang perlu dipantau jika prediksi ini terealisasi:

  • Harga RAM DDR5 dan SSD NVMe berpotensi stagnan di level tinggi hingga 2030
  • Smartphone flagship dengan konfigurasi RAM besar (16-24 GB) kemungkinan mempertahankan harga premiumnya
  • Konsol generasi sekarang yang membutuhkan kapasitas memori besar bisa alami kenaikan biaya produksi
  • PC builder harus mengatur ulang anggaran, karena komponen memori bisa memakan porsi lebih besar dari total biaya

Laporan Reuters yang melansir pernyataan ini menegaskan bahwa industri memori telah berubah secara struktural. Produsen kini memiliki visibilitas permintaan yang lebih jelas dari sektor AI, sehingga lebih berani menjaga harga tetap tinggi daripada mengejar volume penjualan semata.

Catatan jurnalistiknya: prediksi ini tetap sebuah proyeksi, bukan kepastian. Siklus industri memori dikenal fluktuatif dan bisa berbalik arah lebih cepat dari perkiraan analis. Namun, dengan AI yang terus menyerap kapasitas produksi, optimisme harga murah dalam waktu dekat tampaknya hanya angan-angan.

Buat kamu yang berencana membangun PC baru atau upgrade laptop dalam waktu dekat, strategi terbaik mungkin bukan menunggu harga turun—tapi memanfaatkan momen saat ini sebelum potensi kenaikan berikutnya terjadi.

Follow inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gizmologi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks