SULAWESI TENGGARA — Erupsi terbaru Gunung Semeru terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 145 detik. Meski demikian, visual letusan tidak teramati dari pos pengamatan. Data itu dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia.
Sepanjang tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 4.643 letusan gunung api di seluruh Indonesia. Semeru menyumbang 1.812 letusan — terbanyak dibanding gunung api lain di Tanah Air.
Angka 1.812 letusan menempatkan Semeru sebagai gunung api paling aktif di Indonesia sepanjang periode Januari–September 2026. Frekuensi itu setara rata-rata hampir tujuh letusan per hari.
Dalam sepekan terakhir saja, gunung yang berada di Kabupaten Lumajang dan Malang ini tercatat erupsi tujuh kali. Aktivitas vulkaniknya belum menunjukkan tanda penurunan.
Pengamatan PVMBG pada 15 September 2026 pukul 18.00–23.59 WIB mencatat 26 kali gempa letusan dengan amplitudo 10–22 milimeter dan durasi 71–181 detik.
Selain itu, terekam 3 kali gempa hembusan beramplitudo 2–6 milimeter dengan durasi 34–57 detik. Ada pula 2 kali gempa harmonik beramplitudo 3 milimeter dengan durasi 192–618 detik.
PVMBG mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, warga diminta menjauh minimal 500 meter dari tepi sungai (sempadan) di sepanjang Besuk Kobokan. Alasannya, kawasan itu berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Status Level III (Siaga) yang disandang Semeru berarti potensi erupsi masih tinggi. Warga di sekitar lereng, terutama yang bermukim di sepanjang aliran sungai berhulu di puncak, perlu memantau informasi resmi PVMBG secara berkala.
Bagi wisatawan yang berencana mendaki atau mendekati kawasan Semeru, informasi terkini soal jalur dan radius aman dapat dikonfirmasi via Balai Besar TNBTS dan dinas pariwisata setempat. Jalur pendakian biasanya ditutup saat status Siaga.
Pemantauan aktivitas gunung api bisa diakses publik lewat aplikasi MAGMA Indonesia yang diperbarui setiap hari.