SULAWESI TENGGARA — Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia mencatat kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 140 detik.
Frekuensi Erupsi Sepanjang 2026
Sepanjang tahun 2026, MAGMA Indonesia merekam 4.600 letusan gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru menjadi yang paling aktif dengan 1.794 kali letusan.
Dalam sepekan terakhir saja, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini erupsi 40 kali. Pada pengamatan 12 September 2026 pukul 12.00–18.00 WIB, tercatat 26 kali gempa letusan dengan amplitudo 13–23 milimeter dan durasi 78–182 detik.
Selain itu, terdeteksi 5 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–8 mm dan lama gempa 35–94 detik, serta 3 kali gempa hembusan beramplitudo 2–7 milimeter dengan durasi 34–65 detik.
Zona yang Dilarang untuk Aktivitas Wisata
PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, warga juga dilarang beraktivitas pada radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Alasannya, kawasan itu berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Dampak bagi Rencana Pendakian
Status Level III (Siaga) membuat jalur pendakian Semeru via Ranu Pane, Senduro, masih ditutup untuk umum. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) biasanya membuka kembali pendakian setelah status turun ke Level II (Waspada).
Traveler yang hendak mendaki Semeru disarankan memantau informasi resmi dari PVMBG dan TNBTS sebelum berangkat. Informasi terkini soal status dan pembukaan jalur dapat dikonfirmasi via kanal resmi TNBTS atau dinas pariwisata setempat.
Alternatif Wisata di Sekitar Lumajang
Selama jalur Semeru belum aman, wisatawan bisa mengalihkan kunjungan ke destinasi lain di Lumajang. Beberapa pilihan populer antara lain Air Terjun Tumpak Sewu di Kecamatan Pronojiwo dan Pantai Watu Godeg di pesisir selatan.
Keduanya berada di luar radius bahaya erupsi. Namun, wisatawan tetap perlu memantau arah angin dan sebaran abu vulkanik, terutama saat erupsi terjadi pada malam atau dini hari.
Untuk pendakian gunung, wisatawan bisa memilih Gunung Bromo yang masih berada dalam satu kawasan TNBTS dengan status lebih aman. Jarak tempuh dari Lumajang ke Bromo sekitar 2–3 jam via Probolinggo.
Bagi yang tetap ingin menyaksikan aktivitas Semeru dari jauh, beberapa titik pandang di Lumajang seperti kawasan Senduro kerap jadi lokasi favorit. Pastikan tetap berada di luar zona rawan dan mengikuti arahan petugas.