KENDARI — Perwakilan BI Sultra, Indra Gunawan dan Nur Annisa S. Laruddin, hadir langsung memberikan materi kepada peserta. Keduanya memaparkan peran Bank Indonesia sebagai bank sentral, termasuk fungsi dan tujuannya menjaga kestabilan nilai Rupiah serta mendukung kelancaran sistem pembayaran.
Peserta diajak mengenal lebih dekat tugas bank sentral melalui pemaparan yang disesuaikan dengan kebutuhan komunitas tuli. Edukasi berlanjut ke materi Cinta, Bangga, Paham Rupiah yang menekankan posisi Rupiah sebagai alat pembayaran sah di Indonesia.
Selain pengenalan bank sentral, peserta menerima penjelasan soal pentingnya menggunakan, merawat, dan memperlakukan Rupiah dengan baik. Materi ini menjadi bagian dari kampanye CBP Rupiah yang rutin digelar Bank Indonesia di berbagai daerah.
Peserta juga diperkenalkan dengan perkembangan digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS. Materi tersebut membahas kemudahan dan manfaat transaksi pembayaran digital yang semakin banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
BI Sultra turut memperkenalkan BICARA 131 sebagai salah satu kanal informasi publik Bank Indonesia. Lewat layanan itu, masyarakat bisa memperoleh informasi mengenai berbagai kebijakan, layanan, maupun program Bank Indonesia.
Dalam kegiatan itu, peserta dikenalkan dengan Perpustakaan BI Sultra dan iBI Library. Kedua layanan tersebut menyediakan berbagai koleksi buku elektronik (e-book) dan sumber informasi digital yang dapat dimanfaatkan untuk menambah wawasan.
Antusiasme peserta terlihat dari jalannya diskusi sepanjang sesi. Materi yang disampaikan tidak hanya memperluas pengetahuan mengenai Bank Indonesia, Rupiah, dan pembayaran digital, tetapi juga mendorong peningkatan literasi keuangan dan literasi digital.
Kolaborasi bersama Komunitas ITS Kendari menjadi bagian dari upaya mendorong edukasi yang lebih inklusif. Informasi mengenai kebanksentralan dan layanan Bank Indonesia diharapkan dapat diakses oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.
Melalui kegiatan tersebut, pemanfaatan sumber informasi yang terpercaya diharapkan semakin meningkat. Ruang kolaborasi antara Bank Indonesia dan komunitas masyarakat di Sulawesi Tenggara juga terbuka lebih luas.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus dilaksanakan dan dikembangkan dengan jangkauan peserta yang lebih luas. Edukasi mengenai inklusivitas, literasi keuangan, literasi digital, Rupiah, serta layanan Bank Indonesia dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat.