Pencarian

Hafidz Asal Sultra Wakili UM Kendari di Ajang International Conference Santri Mendunia 2026

Senin, 16 Februari 2026 • 19:28:03 WIB
Hafidz Asal Sultra Wakili UM Kendari di Ajang International Conference Santri Mendunia 2026
Ahmad Baiquni, mahasiswa UM Kendari, tampil sebagai delegasi dalam International Conference Santri Mendunia di tiga negara ASEAN.

KENDARI – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari di kancah internasional. Ahmad Baiquni, mahasiswa sekaligus santri penghafal Al-Qur'an (Hafidz) 30 juz, terpilih menjadi delegasi dalam ajang International Conference Santri Mendunia (ICSM) Batch 4 yang berlangsung di tiga negara ASEAN: Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 10–15 Februari 2026 ini merupakan kolaborasi antara Santri Mendunia dengan International Youth Connection (IYC), yang bertujuan memperkuat peran strategis santri dalam ekosistem global.

Profil Delegasi: Ahmad Baiquni

Ahmad Baiquni membawa representasi kuat dari Sulawesi Tenggara. Selain statusnya sebagai mahasiswa UM Kendari, ia merupakan alumni dari dua pondok pesantren ternama:

Pondok Pesantren Al Ikhlas, Konawe.

Pondok Tahfidz Al Hudzaifiyyah, Kolaka.


Rangkuman Program ICSM Batch 4 (Februari 2026)

Aspek KegiatanDetail Informasi
Tema Besar"Kolaborasi Santri dalam Membangun Ekosistem Ekonomi Syariah Global"
Negara TujuanMalaysia, Singapura, dan Thailand
Agenda AkademikPresentasi Paper Ilmiah & Diskusi Ekonomi Syariah
Kunjungan KampusNanyang Technological University (NTU) & Universiti Malaya

Selama enam hari, Ahmad Baiquni bersama delegasi lainnya mengikuti rangkaian agenda padat yang dirancang untuk meningkatkan literasi global dan diplomasi pemuda berbasis nilai Islam:

Forum Ilmiah: Mempresentasikan conference paper scientific terkait isu ekonomi syariah, pendidikan, dan budaya dalam perspektif global.

Diplomasi: Melakukan kunjungan resmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara tujuan guna memahami peran diplomasi pemuda.

Edukasi Industri: Mengunjungi pusat percetakan Al-Qur’an terbesar pertama di Asia (kedua di dunia) untuk melihat integrasi teknologi dan religi.

Jejaring Global: Observasi sistem pendidikan di kampus top dunia seperti NTU Singapura untuk membuka peluang kolaborasi akademik lintas negara di masa depan.

Program ini membuktikan bahwa santri masa kini mampu beradaptasi dengan tantangan zaman dan menjadi aktor intelektual di tingkat internasional. Melalui ICSM Batch 4, Ahmad Baiquni diharapkan dapat membawa pulang wawasan global untuk dikembangkan di lingkungan kampus UM Kendari serta masyarakat Sulawesi Tenggara secara luas.

Bagikan
Sumber: suaramuhammadiyah

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks