SULAWESI TENGGARA — Keputusan final susunan staf pelatih sudah mulai diterapkan dalam sesi latihan reguler pekan kedua. Rabu (22/7/2026) sore, seluruh anggota tim sudah turun di Lapangan Pakembinangun, Sleman, memandu skuad utama PSS.
Ansyari Lubis: Dari Pelatih Kepala Kembali ke Peran Asisten
Pria asal Tebing Tinggi itu menjadi satu-satunya staf yang tidak bergeser dari musim lalu. Bedanya, posisinya di Championship Series 2025/2026 adalah pelatih kepala. Di Super League musim depan, Ansyari kembali mendampingi Pieter Huistra yang tetap menjadi arsitek utama.
Kepercayaan berulang ini menegaskan kontribusi Ansyari dalam pengembangan taktik tim. Meski tidak menjabat tertinggi, pengalamannya menangani laga-laga kritis di Championship dianggap vital oleh manajemen.
Empat Pergeseran: Demerson, Filipe, Andre Croda, dan Gilang Ramadhan
Kursi asisten pelatih lain diisi Demerson — nama yang sudah cukup dikenal di internal klub. Sementara itu, tiga posisi spesifik diisi oleh figur baru di staf kepelatihan Super Elja.
Filipe ditunjuk sebagai pelatih fisik, menggantikan peran yang sebelumnya mungkin dipegang orang lain. Andre Croda masuk sebagai pelatih kiper, dan Gilang Ramadhan resmi menjabat analis tim. Keempatnya sudah bergabung dalam latihan perdana bersama skuad utama.
Perombakan Tidak Hanya di Pemain, tapi Juga di Bangku Cadangan
Musim ini PSS Sleman melakukan perubahan besar di bursa transfer pemain. Namun, komposisi tim pelatih juga tidak luput dari evaluasi. Total ada lima staf yang akan mendampingi Huistra — satu nama dipertahankan, empat lainnya adalah penempatan ulang atau pendatang baru.
Dengan struktur ini, Super Elang Jawa berharap performa di Super League 2026/2027 lebih konsisten dibanding musim lalu yang harus melalui Championship Series. Latihan reguler di Pakembinangun akan terus berjalan hingga jelang kick-off kompetisi.