Pencarian

Impor Garam Indonesia 2025 Capai 2,67 Juta Ton, Australia Kuasai 75% Pasokan

Rabu, 12 Agustus 2026 • 21:20:01 WIB
Impor Garam Indonesia 2025 Capai 2,67 Juta Ton, Australia Kuasai 75% Pasokan
Impor garam Indonesia pada 2025 tercatat 2,67 juta ton, dengan Australia memasok 75 persen dari total volume tersebut.

SULAWESI TENGGARA — Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Senin (12/8), volume impor garam pada 2025 mengalami kontraksi 2,8% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari 2,75 juta ton pada 2024. Tren penurunan ini berlanjut pada sisi nilai, di mana belanja impor garam menyusut dari US$125,89 juta menjadi US$117,14 juta.

Australia tetap menjadi mitra dagang utama dengan pangsa pasar yang sangat dominan. Dari total 2,67 juta ton garam yang masuk ke pelabuhan Indonesia, sebanyak 2,01 juta ton berasal dari negeri Kanguru tersebut.

Peta Pemasok Garam Impor ke Indonesia

Selain Australia, berikut daftar negara pemasok garam untuk Indonesia sepanjang 2025 berdasarkan catatan BPS:
  • Australia: 2,01 juta ton (75% dari total impor)
  • Negara lainnya: 660 ribu ton (25% dari total impor)
Data BPS menunjukkan konsentrasi impor yang sangat tinggi pada satu negara. Kondisi ini berbeda dengan komoditas pangan lain yang umumnya memiliki distribusi pemasok lebih merata.

Penurunan Impor di Tengah Kebutuhan Industri

Kontraksi volume impor sebesar 2,8% menarik dicermati karena kebutuhan garam industri—khususnya untuk sektor kimia, tekstil, dan pengolahan makanan—cenderung stabil. Penurunan ini bisa jadi sinyal adanya pergeseran pola permintaan atau penyesuaian stok di dalam negeri.

Fluktuasi nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp 16.897 per dolar AS (kurs tengah) turut mempengaruhi nilai impor dalam mata uang lokal. Meski volume turun tipis, efisiensi belanja impor terlihat dari penurunan nilai yang lebih dalam, yakni 6,95%.

Implikasi bagi Industri dan Kebijakan

Dominasi Australia sebagai pemasok tunggal menimbulkan risiko konsentrasi pasokan bagi industri dalam negeri. Jika terjadi gangguan produksi atau kebijakan ekspor di Australia, pasokan garam domestik berpotensi terganggu.

Di sisi lain, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi garam nasional. Namun, realisasi produksi garam rakyat masih kerap terkendala cuaca dan keterbatasan lahan, sehingga impor tetap menjadi instrumen penting untuk memenuhi kebutuhan industri.

Bagi pelaku usaha yang bergantung pada pasokan garam impor, stabilitas hubungan dagang dengan Australia menjadi faktor kunci dalam perencanaan produksi. Sementara itu, pengusaha garam lokal melihat data ini sebagai pengingat bahwa substitusi impor masih membutuhkan waktu dan investasi yang signifikan.

Follow inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: databoks.katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks