Pencarian

Pakan dan DOC Naik, Harga Ayam Ras Nasional Tembus Rp 42.850 per Kg

Senin, 31 Agustus 2026 • 18:37:01 WIB
Pakan dan DOC Naik, Harga Ayam Ras Nasional Tembus Rp 42.850 per Kg
Harga ayam ras nasional tercatat Rp 42.850 per kilogram di tingkat konsumen berdasarkan data PIHPS.

SULAWESI TENGGARA — Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) mencatat rata-rata harga tersebut naik Rp 600 dari posisi Rp 42.250 per kg pada 24 Agustus. Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi membenarkan tren kenaikan tidak hanya terjadi di tingkat konsumen, tetapi juga di tingkat kandang.

"Betul, ada kenaikan harga ayam di kandang satu bulan terakhir. Di kandang saat ini harga di kisaran Rp24 ribu sampai Rp25 ribu per kilogram ayam hidup. Pasti daging ayamnya juga naik," kata Sugeng kepada CNNIndonesia.com, Senin (31/8).

Harga di Tingkat Konsumen dan Peternak

Di tingkat peternak, harga ayam hidup tersebut masih berada dalam rentang harga acuan pembelian (HAP) yang ditetapkan Rp 25 ribu per kg. Sementara untuk karkas ayam, harga saat ini berada di kisaran Rp 40 ribu per kg.

Harga jual di tingkat eceran bervariasi antardaerah. Berikut rinciannya berdasarkan data PIHPS:

  • Sumatera Barat: Rp 56.100 per kg
  • Sumatera Utara: Rp 53.300 per kg
  • DKI Jakarta: Rp 43.400 per kg
  • Jawa Barat: Rp 41.900 per kg
  • Jawa Tengah: Rp 41.100 per kg
  • Jawa Timur: Rp 40.300 per kg

Dengan harga karkas sekitar Rp 40 ribu per kg, Sugeng menilai posisi tersebut masih cukup ideal bagi peternak yang memasok wilayah DKI Jakarta. "Dengan harga kisaran Rp40 ribu per kg karkas, menurut hemat kami cukup ideal," ujarnya.

Pemicu Utama: Harga Pakan dan DOC

Kenaikan harga di sepanjang rantai pasok bermula dari biaya input yang meningkat dalam tiga bulan terakhir. Harga pakan yang sebelumnya berada di level Rp 8.300 hingga Rp 8.500 per kg, kini melonjak ke kisaran Rp 9.500 per kg. Kenaikan tersebut terjadi ketika pasokan dan permintaan ayam relatif berimbang.

Begitu pula dengan harga DOC yang naik dari sekitar Rp 6.000 menjadi Rp 8.000-an per ekor. Sugeng menjelaskan kombinasi ini menjadi penyebab utama harga ayam di pasar ikut terangkat.

"Naiknya harga ini disebabkan oleh naiknya harga pakan ayam tiga bulan terakhir naik Rp1.000 sampai Rp1.200, yang semula Rp8.300 sampai Rp8.500 saat ini Rp9.500-an per kg. Ini yang menyebabkan harga naik, demikian juga dengan anak ayam atau DOC yang semula Rp6.000 saat ini Rp8.000-an per ekor, di samping faktor supply dan demand yang imbang," tuturnya.

Margin Peternak dan Risiko Usaha

Meski peternak masih mendapatkan margin dari harga saat ini, kenaikan biaya input membuat risiko usaha ikut membesar. Sugeng mengingatkan bahwa inefisiensi di sepanjang rantai pasok berpotensi terjadi apabila harga karkas di tingkat eceran jauh lebih tinggi dari level Rp 40 ribu per kg.

Ia menilai penyesuaian pasokan memang diperlukan setelah sebelumnya terjadi kelebihan pasokan. Namun, keseimbangan tersebut harus dijaga agar peternak tidak kembali tertekan oleh tingginya biaya operasional.

"Faktor naiknya input, fakta DOC dan pakan naik. Keseimbangan supply DOC memang menjadi harapan peternak, dengan suatu harapan ada margin yang bisa dinikmati peternak, karena jika tidak maka keberlangsungan usaha akan terhenti," ujarnya.

Dorongan Perluasan Penyerapan dan Cadangan Pangan

GOPAN mendorong pemerintah memperluas penyerapan ayam melalui produk olahan dan ekspor. Selain itu, pembentukan cadangan pangan berbasis ayam dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga.

Skema ini dapat berfungsi ganda: menjadi penyangga ketika harga di masyarakat dinilai terlalu mahal, sekaligus melindungi peternak ketika harga yang diterima berada di level yang merugikan. Langkah tersebut diharapkan mencegah terhentinya usaha peternakan di tengah fluktuasi biaya produksi yang terus bergerak.

Follow inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks