SULAWESI TENGGARA — Perubahan struktur ekonomi di pedesaan kerap berjalan lambat. Namun, di Tanggamus, Lampung, kehadiran sektor industri mulai menggeser ketergantungan warga pada pekerjaan informal dan pertanian semata. Sekitar 90 orang dari masyarakat setempat kini tercatat memiliki akses terhadap lapangan kerja serta program pelatihan yang disediakan oleh perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut.
Inisiatif ini tidak hanya membuka peluang penghasilan tetap, tetapi juga menjadi jembatan bagi warga untuk mendapatkan keahlian baru. Sebelumnya, sebagian besar tenaga kerja lokal hanya mengandalkan musim panen atau pekerjaan serabutan yang pendapatannya tidak menentu.
Dari Petani Menjadi Tenaga Terampil
Program yang berjalan di Tanggamus ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dua pihak sekaligus: industri mendapatkan tenaga kerja lokal yang siap pakai, sementara warga mendapatkan kepastian ekonomi. Para peserta tidak hanya ditempatkan di posisi kerja, tetapi juga dibekali pelatihan agar mampu beradaptasi dengan standar operasional industri modern.
Bagi warga yang terbiasa bekerja di bawah terik matahari, transisi ini tentu membutuhkan proses. Pelatihan menjadi kunci utama agar mereka tidak sekadar menjadi penonton di daerahnya sendiri. Dengan keterampilan baru, posisi tawar mereka di pasar tenaga kerja pun meningkat.
Dampak Berganda bagi Perekonomian Lokal
Efek dari terbukanya akses kerja ini diperkirakan tidak berhenti pada penerimaan upah bulanan. Ketika warga memiliki penghasilan tetap, roda ekonomi di tingkat desa dan kecamatan ikut berputar lebih cepat. Uang yang dibelanjakan di warung, pasar, dan jasa transportasi lokal menjadi suntikan likuiditas bagi pelaku usaha kecil di sekitar kawasan industri.
Kehadiran industri juga mengurangi laju urbanisasi. Warga yang sebelumnya memilih merantau ke kota besar untuk mencari kerja, kini memiliki alternatif untuk tetap tinggal dan membangun kampung halamannya sendiri.
Pemerintah daerah dan pengelola industri di Tanggamus berharap program ini dapat terus diperluas cakupannya. Dengan semakin banyak warga yang terserap, ketimpangan ekonomi antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Lampung diharapkan dapat terus dipersempit.