MUNA — Kepedulian sosial kembali mengalir di Sulawesi Tenggara. H. Habil Marati menyalurkan bantuan pangan berupa 7,5 ton beras kepada 1.500 warga dan janda miskin di Kabupaten Muna dan Muna Barat.
Penyaluran bantuan dipercayakan kepada dua perwakilan. LM Ruslan Ibu mendistribusikan bantuan di Kabupaten Muna, sementara Onggi Nebansi mewakili Habil Marati untuk wilayah Muna Barat.
Bantuan Disalurkan di Masjid dan Pondok Pesantren
Onggi Nebansi menyampaikan, pendistribusian beras dilakukan di sejumlah titik, termasuk masjid dan pondok pesantren. Langkah ini memastikan bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Semoga bermanfaat dan bisa mengurangi beban masyarakat, itu pesan Pak Habil," tuturnya, Selasa (18/8/2026).
Untuk wilayah Muna, Ruslan Ibu menyalurkan bantuan ke Masjid Jabal Rahma Desa Maligano, Masjid Al Ikhlas Desa Raimuna, Masjid Al-Ridawan Desa Bone-Bone, dan Masjid Attaqwa Kelurahan Wamponiki. Bantuan juga menjangkau Pondok Pesantren Subul Salam Ghonsume di Kecamatan Duruka serta Pondok Pesantren Nurun Nahdlatain NWDI-Raha.
600 Al-Qur'an dan Karpet untuk Fasilitas Ibadah
Selain beras, Habil Marati menyerahkan 600 buah Al-Qur'an. Pembagiannya menyasar masyarakat dan masjid yang menjadi lokasi penyaluran.
Bantuan karpet turut diberikan untuk tiga masjid, yakni Masjid di Maligano, Masjid di Bone-Bone, dan Masjid di Raimuna. "Bantuan lain juga ikut kita serahkan berupa karpet juga diberikan untuk tiga masjid," kata Onggi.
Sementara untuk Kabupaten Muna Barat, bantuan diserahkan kepada Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an As Sunnah, Pondok Pesantren Khairul Ummah, dan Pondok Pesantren Raudatul Jannah.
Dasar Kepedulian: Daya Beli Masyarakat Menurun
Penyaluran bantuan ini berangkat dari kondisi ekonomi yang tengah tertekan. Menurunnya daya beli dan lesunya aktivitas pasar menjadi perhatian utama Habil Marati.
Bagi penerima, bantuan beras merupakan kebutuhan langsung yang membantu memenuhi pangan sehari-hari. Adapun Al-Qur'an dan karpet masjid melengkapi dukungan terhadap aktivitas keagamaan di sejumlah wilayah.
Langkah ini menunjukkan perhatian terhadap masyarakat tidak hanya melalui bantuan pangan, tetapi juga penguatan fasilitas dan kegiatan ibadah di Muna dan Muna Barat.