SULAWESI TENGGARA — Pebble Time 2 hadir sebagai penyegaran dari merek smartwatch yang sempat mati dan dihidupkan kembali oleh sang pendiri, Eric Migicovsky, di bawah perusahaan barunya, Core Devices. Alih-alih meniru kompetitor premium, perangkat ini justru mempertahankan karakter khasnya: ringan, menyenangkan, dan terasa seperti mainan—dalam artian yang positif.
Dari segi desain, Pebble Time 2 sama sekali tidak menyerupai Apple Watch. Layarnya menggunakan panel e-paper 64 warna yang selalu aktif, bukan OLED sentuh. Bodinya dibalut bingkai baja tahan karat dengan pilihan warna biru, merah, perak, atau hitam, serta dilengkapi tali silikon yang membuatnya lebih mirip jam tangan Swatch ketimbang perangkat wearable kelas atas.
Spesifikasi Utama Pebble Time 2
- Layar: e-paper 64 warna, selalu aktif, dengan lampu latar RGB LED yang bisa dipicu lewat gerakan pergelangan atau ketukan
- Baterai: hingga 21 hari pemakaian normal, pengisian daya via kabel yang disertakan di dalam kotak
- Navigasi: tombol fisik di sisi kanan, bukan layar sentuh
- Material: bingkai baja tahan karat, pilihan warna biru, merah, perak, atau hitam
- Konektivitas: terhubung ke ponsel lewat aplikasi pendamping Pebble
Layar e-paper memang lebih redup dibandingkan panel Retina milik Apple Watch. Namun keunggulannya jelas: tetap mudah terbaca di bawah sinar matahari langsung, dan konsumsi dayanya sangat rendah sehingga baterai bisa bertahan berminggu-minggu, bukan berjam-jam.
Kembalinya Pebble Berkat Komunitas
Kisah kebangkitan Pebble tidak lepas dari loyalitas penggunanya. Merek ini pertama kali lahir lewat kampanye Kickstarter, lalu diakuisisi Fitbit, dan akhirnya masuk ke Google. Sebelum mati, Pebble sempat menjual 2 juta unit dengan total pendapatan US$ 230 juta. Sayangnya, kondisi keuangan perusahaan tidak mampu menopang operasional, sehingga pendiri Eric Migicovsky memutuskan menjual asetnya.
Setelah server dan app store resmi dihentikan pada pertengahan 2018, komunitas pengguna justru mengambil alih perawatan layanan tersebut secara sukarela. Pada 2025, Migicovsky bersama mantan karyawan Pebble dan tim Fitbit di Google berhasil meyakinkan raksasa teknologi itu untuk membuka sumber kode (open source) sistem operasi asli Pebble. Langkah ini membuka jalan bagi Core Devices untuk memproduksi ulang jam tangan tersebut.
Core Devices telah mengirimkan lebih dari 25.000 unit Pebble Time 2 ke 93 negara. Perangkat ketiga mereka, Pebble Round 2, dijadwalkan mulai dikirim pada September mendatang.
Lebih dari 2.000 Watch Face dan Aplikasi Buatan Komunitas
Hal paling menarik dari Pebble Time 2 justru ada di perangkat lunaknya. Saat ini sudah tersedia lebih dari 2.120 watch face dan aplikasi yang dibangun oleh pengembang independen, termasuk 500 karya baru dari kontes developer musim semi lalu.
Pengguna bisa memilih tampilan jam dari berbagai gaya: analog klasik, digital minimalis, karakter kartun seperti anjing dan kucing, hingga desain pixel ala game retro. Beberapa watch face bahkan menampilkan meme populer seperti Nyan Cat atau karakter dari game legendaris macam Mario, Kirby, dan Pokémon—tanpa memedulikan urusan lisensi.
App store Pebble memang tidak sebesar Apple Watch, tapi isinya justru lebih personal dan niche. Ada aplikasi pelacak jadwal kereta lokal, pencatat skor tenis, pengingat pemakaian tabir surya, hingga game retro sederhana. Banyak aplikasi ini dibuat oleh individu yang membutuhkan fitur spesifik untuk kebutuhan pribadi mereka, lalu membagikannya ke publik.
Harga dan Ketersediaan
Pebble Time 2 dijual dengan harga US$ 225 atau sekitar Rp 3,7 juta (estimasi kurs Rp 16.500 per dolar AS). Jam tangan ini belum dijual resmi di Indonesia, sehingga pembeli dari dalam negeri perlu menggunakan jasa forwarder atau menunggu ketersediaan di platform e-commerce internasional.
Kesimpulan: Untuk Siapa Pebble Time 2?
Pebble Time 2 bukanlah pesaing Apple Watch atau Samsung Galaxy Watch. Ia menyasar pengguna yang menginginkan smartwatch sederhana dengan baterai tahan lama, tanpa gangguan notifikasi yang berlebihan, dan menyukai sentuhan personal dari ekosistem komunitas yang erat. Jika Anda tipe pengguna yang lebih mementingkan fungsionalitas dasar, kebebasan kustomisasi, dan tidak ingin mengisi daya setiap malam, Pebble Time 2 adalah pilihan yang menarik di kelasnya.