KOLAKA — Ratusan warga, Kelompok Tani Hutan (KTH), dan tokoh masyarakat memadati kegiatan sosialisasi yang berlangsung Minggu (24/8/2026). Mereka menerima bibit durian unggul, mangga, alpukat, dan pala yang dibagikan secara cuma-cuma.
Kegiatan ini digelar Jaelani bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Sulawesi Tenggara. Program ini dirancang untuk menjawab dua persoalan sekaligus: degradasi lingkungan dan kebutuhan ekonomi warga sekitar kawasan hutan.
Investasi Jangka Panjang bagi Warga Kolaka
Jaelani menegaskan bahwa rehabilitasi hutan dan lahan tidak boleh berhenti pada seremoni penanaman pohon. Menurutnya, program ini harus menjadi investasi jangka panjang yang menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat.
"Hutan dan DAS di Sulawesi Tenggara adalah benteng kehidupan di masa depan. Melalui rehabilitasi hutan dan lahan, kita tidak hanya fokus memulihkan ekosistem lahan kritis, tetapi juga ingin memastikan ekonomi masyarakat dapat terangkat melalui hasil hutan bukan kayu," ujar legislator yang akrab disapa Bang Jay tersebut.
Pemilihan bibit produktif dinilai sebagai langkah strategis. Jaelani berharap tanaman yang ditanam hari ini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga petani di masa mendatang.
"Pemilihan bibit produktif seperti durian unggul, alpukat, dan pala diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga petani," katanya.
Ancaman Alih Fungsi Lahan di Sekitar DAS
Kolaka dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan daerah aliran sungai di Sulawesi Tenggara. Namun, potensi itu terancam oleh kerusakan lingkungan dan alih fungsi lahan yang terus berjalan.
Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci. Jaelani menekankan pentingnya pengawasan terhadap kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di sektor pertanian, kehutanan, kelautan, dan lingkungan hidup.
Warga Diminta Rawat hingga Panen
Masyarakat penerima bantuan tidak hanya diminta menanam, tetapi juga berkomitmen merawat bibit hingga memberikan manfaat ekonomi. Perawatan intensif diperlukan agar tanaman produktif bisa tumbuh optimal dan menghasilkan.
"Menanam hari ini bukan hanya untuk menghijaukan lingkungan, tetapi juga menyiapkan sumber kehidupan dan penghasilan bagi masyarakat di masa depan," demikian semangat yang ingin didorong melalui program tersebut.
Program ini diharapkan menjadi contoh bahwa pemulihan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan bisa berjalan beriringan, bukan dua hal yang terpisah.