SULAWESI TENGGARA — Kabar ini datang langsung dari sesi hands-off demo yang diberikan CD Projekt Red dan Fool's Theory kepada media. Alih-alih membuka dengan narasi soal Ciri atau surat mendesak dari Yennefer, ekspansi ketiga The Witcher 3 ini justru dimulai dari Dandelion—penyair sahabat Geralt—yang dilaporkan hilang. Pemain akan ditugaskan mencarinya di Letten, wilayah baru di Redania Utara yang merupakan rumah keluarga besar Dandelion.
Yang lebih mengejutkan, CDPR tidak hanya menyiapkan ekspansi baru. Sebelum Songs of the Past rilis, mereka akan meluncurkan remaster penuh The Witcher 3 yang dirancang agar terasa seperti game modern. Remaster ini dijadwalkan rilis 29 September, lebih dari satu dekade sejak ekspansi terakhir game tersebut.
Kampung Halaman Dandelion dan Misteri Keluarga
Letten digambarkan sebagai lembah hijau subur yang tersembunyi di pegunungan, wilayah yang tidak pernah tersentuh perang. Namun Karolina Kuzia, vision director Songs of the Past, menegaskan tempat ini punya sisi gelap. "Letten, albeit a land of plenty, has a dark underbelly. It wouldn't be a Witcher adventure if Geralt didn't have anything to do," ujarnya.
Demo dibuka dengan Geralt yang terbangun dalam kondisi mabuk setelah perayaan Belleteyn. Dandelion menghilang, dan Geralt harus menjadi penengah antara nenek dan sepupu Dandelion, Lilla, yang berselisih soal langkah selanjutnya. Pencarian ini membawa mereka ke hutan gelap Letten untuk menelusuri kutukan leluhur Dandelion, Count Humbert de Lettenhove.
Meski berlatar wilayah baru, jangan harap mekanisme gameplay berubah drastis. Jakub Rokosz, game director, menegaskan The Witcher 3 tetap relevan hingga kini. "It's still very relevant—it became a staple for RPGs back in the day when it came out, and even now, when you replay it, you don't really feel it's an old game."
Senjata Baru Rantai Perak, Kunci Lore The Witcher 4
Salah satu fitur paling menarik adalah senjata anyar Geralt: rantai perak yang melilit lengannya. Senjata ini punya koneksi kuat dengan seri sebelumnya—dipakai Geralt melawan striga di sinematik pembuka The Witcher 1, dan identik dengan senjata Ciri di trailer The Witcher 4.
Secara gameplay, rantai ini dipilih seperti halnya tanda atau bom. Pemain bisa menggunakannya untuk menarik musuh satu per satu dari kerumunan atau mengayunkannya untuk menjaga jarak. Ada juga mode zoom manual yang memperlambat waktu untuk membidik bagian tubuh musuh tertentu, mirip sistem crossbow di game dasar. Rantai ini terbukti efektif melawan tipe musuh baru bernama swarmions yang menyerang dalam kelompok besar.
Remaster Bukan Sekadar Poles Grafis
Jakub Kutrzuba, executive producer proyek eksternal CDPR, menyebut remaster ini dirancang dengan perspektif pemain baru. "We're looking at The Witcher from that perspective—so what would be the biggest pain points? What would a player expect to be changed in order to enjoy the game?"
Perbaikan mencakup sistem animasi, pergerakan kamera, perilaku musuh, hingga pathfinding di jalan. "The remaster includes so many improvements, so many fixes, so many changes and gameplay improvements. All the improvements make the combat much more smooth, much more natural. You can change target while playing the animation or performing strikes, and it gives the game a kind of freshness," tambah Badowski.
Dunia Lebih Hidup di Letten
Dari demo yang ditampilkan, Letten terasa jauh lebih hidup dibanding area di game asli. Gembala menuntun domba melintasi jalan, gerobak melintas, anak-anak bermain di pagar tinggi—semua berjalan tanpa henti. Penduduk setempat kini bisa menggunakan perahu dan mengendarai gerobak, menambah imersi kawasan tersebut.
"We wanted to make it compare with any other game which is launching these days. We are touching aspects of the game which haven't been touched since we launched it," kata Kutrzuba. Remaster The Witcher 3 akan rilis 29 September, disusul Songs of the Past pada 2026 untuk PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S.