KENDARI — Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Syamsuddin Jufri, menyampaikan bahwa kondisi cerah berawan diprediksi terjadi merata di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Cuaca diperkirakan bertahan sejak pagi hingga sore hari, dan sebagian wilayah masih didominasi awan pada malam harinya.
Syamsuddin mengingatkan bahwa dinamika atmosfer tetap bisa memicu perubahan cuaca secara lokal. Masyarakat diminta tidak lengah dan tetap memantau perkembangan informasi dari kanal resmi BMKG.
Warga Diminta Tidak Bakar Sampah dan Lahan
Memasuki periode kemarau, Syamsuddin menegaskan risiko kebakaran lahan meningkat signifikan. Imbauan keras disampaikan agar warga tidak membakar sampah secara sembarangan, membuka lahan dengan api, atau membiarkan sumber api menyala tanpa pengawasan.
"Pastikan api benar-benar padam apabila melakukan aktivitas yang menggunakan sumber api," ujar Syamsuddin dalam dialog bersama RRI Pro 1 Kendari, Senin pagi.
Kondisi lingkungan yang lebih kering membuat percikan api kecil pun dapat dengan cepat membesar menjadi kebakaran. Hal ini menjadi perhatian serius, terutama bagi warga yang tinggal di dekat area persawahan, semak belukar, atau permukiman padat.
Antisipasi Krisis Air Bersih di Tengah Kemarau
Selain ancaman kebakaran, BMKG mengingatkan potensi berkurangnya pasokan air bersih. Warga diimbau menggunakan air secara bijak dan tidak melakukan pemborosan untuk kebutuhan sehari-hari.
Menyiapkan cadangan air untuk kebutuhan rumah tangga dinilai penting sebagai langkah antisipasi dini. BMKG juga menyarankan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh agar tidak mengalami dehidrasi.
Gelombang Laut Tenang, Nelayan Tetap Diminta Waspada
Untuk wilayah perairan Sultra, tinggi gelombang pada hari ini diprakirakan berada dalam kategori tenang hingga rendah. Kondisi ini relatif aman bagi aktivitas nelayan dan masyarakat pesisir.
Meski demikian, Syamsuddin tetap mengingatkan agar nelayan memeriksa informasi cuaca dan gelombang terbaru sebelum melaut. Perubahan kondisi laut dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa diduga.
Informasi terkini dapat diakses masyarakat melalui Call Center BMKG di nomor 0811-4005-9292 atau kanal media sosial InfoBMKG. BMKG meminta seluruh informasi resmi tersebut dijadikan rujukan utama dalam mengambil keputusan terkait aktivitas sehari-hari, khususnya di wilayah pesisir dan laut.