SULAWESI TENGGARA — Shinjuku selama ini jadi magnet wisatawan berkat deretan pusat hiburan, perbelanjaan, dan kulinernya. Tapi di balik keramaian itu, sekitar 4.000 properti sewa jangka pendek beroperasi di distrik ini—hampir 10 persen dari total minpaku di seluruh Jepang. Jumlah sebesar itu kini jadi masalah tersendiri bagi warga yang tinggal di sekitarnya.
Keluhan Warga Naik 40 Persen dalam Setahun
Data pemerintah distrik mencatat keluhan terkait minpaku meningkat sekitar 40 persen dalam satu tahun hingga Maret 2026. Isu yang paling sering muncul: sampah yang tidak dibuang sesuai aturan, merokok di area terlarang, dan kebisingan.
"Seiring meningkatnya jumlah bisnis akomodasi sewa jangka pendek, keluhan dan berbagai masalah terkait juga ikut meningkat," ujar seorang pejabat Shinjuku yang menangani sektor tersebut, dilansir dari AFP, Kamis (10/9/2026).
Pejabat yang sama menyebut banyak keluhan soal pelanggaran aturan pembuangan sampah. "Ada juga masalah merokok dan masuk ke area yang tidak seharusnya," katanya.