SULAWESI TENGGARA — Pendekatan hybrid banking yang menggabungkan layanan perbankan digital dan jaringan kantor fisik menjadi mesin pertumbuhan transaksi BCA. Kepala Pendukung Operasi Wilayah VI BCA Lenny Cendra menyatakan kedua kanal tersebut saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
"Transformasi digital dan kehadiran kantor cabang saling melengkapi dalam memberikan pengalaman perbankan yang relevan. Kami ingin memastikan nasabah senantiasa memiliki fleksibilitas penuh untuk memilih kanal layanan sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan mereka," kata Lenny, Jumat (11/9/2026).
Pertumbuhan DPK Ikut Terdorong Aktivitas Transaksi
Lonjakan aktivitas transaksi berimbas langsung ke penghimpunan dana pihak ketiga. Pada semester I 2026, total DPK BCA tumbuh 7,9% secara tahunan menjadi Rp1.284 triliun.
Angka itu menunjukkan kebutuhan nasabah terhadap layanan perbankan tetap kuat, baik lewat kanal digital maupun jaringan fisik. Bagi investor, pertumbuhan DPK menjadi indikator awal kemampuan bank menjaga biaya dana tetap kompetitif di tengah persaingan suku bunga.
Skala Layanan BCA per Juni 2026
Infrastruktur layanan BCA tersebar di seluruh Indonesia dengan rincian sebagai berikut:
- 42 juta rekening nasabah
- Layanan digital myBCA dan BCA mobile
- 1.272 kantor cabang
- Lebih dari 20.000 mesin ATM dan CRM
Kombinasi skala digital dan fisik inilah yang membuat BCA tetap relevan bagi segmen nasabah yang terbiasa transaksi mandiri maupun yang butuh pendampingan langsung.
KCP Kemiling Naik Status, Gedung Baru Diresmikan
BCA tidak mengabaikan jaringan kantor meski digitalisasi terus berjalan. Perseroan meresmikan gedung baru sekaligus meningkatkan status KCP Kemiling di Bandar Lampung, Lampung.
Langkah ini menyasar nasabah yang memerlukan pendampingan langsung, seperti untuk pembukaan rekening kompleks, pengajuan kredit, atau konsultasi produk investasi. Kehadiran cabang di kota-kota berkembang juga memperluas basis nasabah baru di luar Jawa.
Apa Artinya bagi Pemegang Saham BBCA
Pertumbuhan transaksi 60% dalam tiga tahun memberi gambaran bahwa investasi digital BCA tidak menggerus peran cabang, melainkan memperkuat volume bisnis secara keseluruhan. Efeknya terlihat pada DPK yang tumbuh solid di atas 7%.
Bagi pasar, kombinasi pertumbuhan volume transaksi dan DPK yang sehat menjadi sinyal positif untuk keberlanjutan pendapatan berbasis bunga maupun non-bunga BCA. Namun, investor tetap perlu mencermati tren suku bunga dan biaya kredit ke depan. Investasi mengandung risiko.