MAKASSAR — Proses pemulangan jemaah haji Debarkasi Makassar untuk musim haji 1447 H/2026 M dijadwalkan berlangsung selama 31 hari, mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026. Berdasarkan jadwal yang diperbarui pada 28 April 2026 (Draft 7), total 43 kloter akan melayani kepulangan jemaah dari tujuh provinsi di Indonesia bagian timur.
Pemulangan jemaah terbagi dalam dua gelombang penerbangan. Gelombang pertama melalui Bandara Jeddah (JED) berlangsung pada 1 Juni hingga 16 Juni 2026. Gelombang kedua melalui Bandara Madinah (MED) dimulai pada 17 Juni 2026 hingga 1 Juli 2026.
Kloter pertama dijadwalkan tiba di Indonesia pada 1 Juni 2026 pukul 22.30 WITA, membawa jemaah asal Soppeng dan Makassar. Sementara kloter terakhir akan tiba pada 1 Juli 2026 pukul 11.20 WITA dengan jemaah gabungan dari Wajo, Gowa, Maros, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Tana Toraja, Makassar, Bulukumba, Pangkep, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.
Pada Gelombang Kedua yang dimulai 17 Juni 2026, sejumlah daerah di luar Sulawesi Selatan mulai mendominasi jadwal kepulangan. Sulawesi Tenggara tercatat sebagai salah satu provinsi dengan jumlah kloter terbanyak pada akhir masa pemulangan, yakni pada kloter 32, 34, 35, 36, serta sebagian kloter 38 dan 43.
Selain Sulawesi Tenggara, wilayah lain yang mendapat kloter khusus pada fase ini antara lain Papua Barat (kloter 25 dan 27), Gorontalo (kloter 28, 387 orang), dan Maluku (kloter 24, 387 orang).
Debarkasi Makassar melayani jemaah dari wilayah yang sangat luas, mencakup Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku Utara, Papua Barat, hingga Papua. Pada Gelombang Pertama, daerah dengan jumlah jemaah besar antara lain Bone, Wajo, Gowa, Sidrap, Sulawesi Barat, dan Maros.
Kloter asal Bone tercatat tersebar dalam beberapa penerbangan, termasuk kloter 3, 6, 9, dan 17. Sementara Wajo menjadi daerah dominan pada kloter 4, 10, dan 18. Kloter 13 khusus membawa jemaah asal Maluku Utara yang dijadwalkan tiba pada 11 Juni 2026 pukul 10.00 WITA.
Pihak Asrama Haji Makassar mengingatkan bahwa jadwal sewaktu-waktu dapat berubah menyesuaikan kondisi operasional penerbangan dan kebijakan otoritas haji. Keluarga jemaah diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar.