KENDARI — Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) memotong sebanyak 362 ekor sapi dan 11 ekor kambing dalam rangka Hari Raya Kurban Idul Adha 1447 Hijriah. Hewan kurban tersebut berasal dari seluruh jajaran kepolisian di provinsi itu, mulai dari Polda, Satbrimob, hingga Polresta dan Polres.
Ribuan Kupon Daging Dibagikan ke Warga dan Ponpes
Panitia kurban menyiapkan sekitar 1.000 kupon pembagian daging kurban yang didistribusikan secara bertahap. Sasaran utama penerima adalah anggota Polri, masyarakat sekitar, serta pondok pesantren di Sulawesi Tenggara. Ketua panitia yang juga Dir Binmas Polda Sultra, Kombes Pol. Suharman Sanusi, S.I.K, menyebut bahwa jumlah hewan kurban tahun ini cukup besar dan melibatkan seluruh kesatuan.
Rincian Hewan Kurban: Satbrimbo Paling Banyak
Berdasarkan data panitia, Polda Sultra menyembelih 66 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Satbrimob Polda Sultra menjadi penyumbang terbanyak dengan 147 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Sementara itu, jajaran Polresta dan Polres berpartisipasi dengan total 149 ekor sapi dan 5 ekor kambing. Total keseluruhan mencapai 362 ekor sapi dan 11 ekor kambing.
Kapolda: Kurban Sarana Belajar Keikhlasan dan Kepedulian
Kapolda Sultra, Brigjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H, menegaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan. “Dengan berkurban, kita belajar tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat pengabdian Polri kepada masyarakat,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Senin lalu.
Fakta Singkat Kurban Polda Sultra 1447 H
- Total hewan: 362 sapi dan 11 kambing dari seluruh jajaran.
- Penyumbang terbesar: Satbrimob Polda Sultra (147 sapi, 3 kambing).
- Jumlah kupon: 1.000 kupon untuk anggota Polri, warga, dan pondok pesantren.
- Tema kegiatan: Meningkatkan Keimanan, Ketakwaan, Rela Berkorban dan Kepedulian Sosial Personel Polri.
Melalui kegiatan ini, Polda Sultra berharap nilai-nilai pengorbanan dan kebersamaan terus tumbuh di tengah masyarakat. Pendistribusian daging kurban dilakukan secara bertahap untuk menjangkau lebih banyak penerima di berbagai titik di Sulawesi Tenggara.