SULAWESI TENGGARA — Peta wisata Asia Tenggara bergeser. Jika sebelumnya Beijing dan Shanghai mendominasi, kini kota-kota lapis kedua di China seperti Chengdu, Shenzhen, dan Kunming mulai merebut perhatian. Data Traveloka SEA Index kuartal kedua 2026 menunjukkan pertumbuhan destinasi ini melesat di pasar Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Laporan yang disusun dari data pemesanan Traveloka pada 1 April-30 Juni 2026 itu mencatat, hanya empat destinasi yang berhasil mempertahankan pertumbuhan di atas rata-rata di lima negara asal wisatawan: Osaka, Seoul, Shanghai, dan Taipei.
Chengdu: Panda dan Kuliner yang Memikat
Chengdu menjadi destinasi China dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Daya tariknya bukan hanya panda raksasa yang ikonik, tapi juga kuliner khas Sichuan yang pedas dan membangkitkan selera, serta budaya lokal yang kental. Wisatawan dari Malaysia, Singapura, dan Thailand menjadi pasar utamanya.
Kemudahan akses menjadi faktor kunci. Perjanjian bebas visa antara China dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand membuat perjalanan ke Chengdu semakin praktis tanpa perlu mengurus dokumen imigrasi yang rumit.
Shenzhen dan Kunming: Alternatif Kota Besar dengan Pesona Berbeda
Shenzhen tumbuh 3,3 kali lipat sebagai destinasi baru di luar kota-kota besar China. Kota teknologi ini menarik minat wisatawan yang mencari pengalaman urban modern dengan suasana berbeda dari Beijing atau Shanghai.
Sementara itu, Kunming menjadi gerbang menuju Provinsi Yunnan. Wisatawan datang mencari udara sejuk, pemandangan alam yang hijau, dan ritme perjalanan yang lebih santai dibandingkan hiruk-pikuk kota metropolitan. Kota ini menjadi pilihan bagi mereka yang ingin melepas penat dengan nuansa alam.
Kebijakan Bebas Visa Jadi Katalis Utama
Popularitas destinasi-destinasi ini tidak lepas dari kebijakan bebas visa antara China dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand, serta perpanjangan bebas visa unilateral China hingga akhir tahun 2026. Kebijakan ini memangkas hambatan administrasi dan membuat perjalanan spontan semakin mudah direncanakan.
Bagi pelancong Indonesia, tren ini menjadi sinyal bahwa China menawarkan lebih dari sekadar kota-kota besar yang sudah jamak dikunjungi. Chengdu, Shenzhen, dan Kunming kini punya daya tarik kompetitif dengan akses yang semakin terbuka.
Data Traveloka SEA Index ini menjadi acuan bagi pelaku industri pariwisata untuk membaca pergeseran minat wisatawan. Bagi traveler, ini adalah momen tepat untuk mengeksplorasi destinasi baru sebelum arus kunjungan semakin padat. Informasi lengkap mengenai penerbangan dan akomodasi dapat dicek langsung di platform pemesanan tiket.