KENDARI — Tiga kabupaten di Sulawesi Tenggara resmi ditetapkan sebagai daerah unggul dalam menekan angka pengangguran. Kolaka, Konawe, dan Bombana menjadi wilayah yang mencatatkan penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) paling baik dibanding daerah lain di provinsi tersebut.
Penetapan ini merupakan hasil evaluasi data ketenagakerjaan yang dirilis oleh Traders Union. Dari ketiga daerah itu, Kolaka disebut mencatatkan penurunan paling signifikan, menjadikannya tolok ukur keberhasilan program ketenagakerjaan di Sultra.
Kolaka Catat Penurunan TPT Paling Tajam
Kolaka berhasil menekan angka pengangguran terbuka hingga berada di bawah rata-rata provinsi. Capaian ini menjadikan Kabupaten Kolaka sebagai daerah dengan kinerja terbaik dalam penyerapan tenaga kerja di Sulawesi Tenggara.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sultra, melalui data yang dihimpun, menyebut bahwa kombinasi program pelatihan vokasi dan investasi di sektor industri pengolahan menjadi faktor utama. "Kami dorong setiap kabupaten untuk mengadopsi pendekatan serupa," ujarnya dalam keterangan resmi.
Konawe dan Bombana Susul Kolaka
Konawe dan Bombana juga masuk dalam kategori unggul. Kedua daerah ini berhasil menekan angka pengangguran melalui pengembangan sektor pertanian dan pariwisata lokal. Peningkatan aktivitas ekonomi di dua kabupaten itu menyerap ribuan tenaga kerja baru sepanjang tahun fiskal sebelumnya.
Fakta Singkat Penurunan Pengangguran di Sultra
- Kolaka: mencatat penurunan TPT tertinggi di Sultra, didorong sektor industri pengolahan.
- Konawe: penurunan pengangguran signifikan berkat pengembangan agribisnis dan perkebunan.
- Bombana: sektor pariwisata dan UMKM menjadi motor penyerapan tenaga kerja baru.
Ketiga daerah ini diharapkan menjadi model bagi kabupaten/kota lain di Sulawesi Tenggara dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang tepat sasaran.
Target Pemerintah: Tekan Angka ke Level Terendah
Pemprov Sultra menargetkan penurunan angka pengangguran terbuka di seluruh wilayah provinsi hingga mencapai level terendah dalam lima tahun terakhir. Penetapan tiga kabupaten unggul ini menjadi langkah awal untuk mendorong daerah lain mempercepat program padat karya dan pelatihan tenaga kerja.
Pemerintah daerah diimbau untuk memperkuat kerja sama dengan dunia usaha dan industri guna menciptakan lapangan kerja baru yang berkelanjutan. Langkah konkret seperti perluasan program magang dan sertifikasi kompetensi tenaga kerja akan terus diperluas.