KENDARI — Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyoroti masih banyaknya karya lokal yang belum terekspos dan tercatat secara resmi oleh pemerintah. Ia menilai kondisi ini membuat karya masyarakat rentan diklaim atau dimanfaatkan pihak lain tanpa perlindungan hukum.
Potensi yang dimaksud tidak hanya berasal dari UMKM yang sudah dikenal luas, tetapi juga mencakup kerajinan rumahan dan karya tangan warga yang selama ini berjalan tanpa pendataan.
Potensi Besar yang Belum Terpetakan
Siska mencontohkan, dirinya pernah menemukan kerajinan berbahan limbah di daerah lain yang ternyata memiliki produk serupa di Kendari. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa banyak potensi lokal yang belum diketahui pemerintah.
“Banyak karya lokal di Kota Kendari yang belum terekspos, belum diketahui, dan belum terlindungi,” ujar Siska.
Padahal, potensi kekayaan intelektual masyarakat mencakup spektrum yang luas, mulai dari produk UMKM, karya kreatif, inovasi teknologi, hingga produk berbahan lokal. Pendataan yang baik dinilai menjadi langkah awal agar karya masyarakat Kendari tidak kalah dikenal dibandingkan produk daerah lain.
Sentra Kekayaan Intelektual Jadi Garda Depan
Pemkot Kendari telah membentuk perangkat daerah yang khusus menangani pariwisata dan ekonomi kreatif. Namun, Siska menegaskan bahwa pengembangan kekayaan intelektual tidak bisa hanya mengandalkan satu organisasi perangkat daerah (OPD).
“Banyak potensi daerah yang belum kita tahu, belum kita data, dan belum kita lindungi,” jelasnya.
Seluruh OPD diminta bersinergi sesuai dengan potensi yang terdapat pada sektor masing-masing. Siska menilai Sentra Kekayaan Intelektual (KI) yang berlokasi di Mal Pelayanan Publik (MPP) Balai Kota Kendari dapat menjadi pintu utama perlindungan karya masyarakat.
Dari Pendataan Menuju Nilai Ekonomi
Ia berharap karya yang ditemukan tidak berhenti pada tahap pendataan semata, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang bernilai ekonomi. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat basis ekonomi kreatif di Kota Kendari.
“Manfaatnya bukan hanya untuk penciptanya, tetapi juga bisa menjadi kekuatan ekonomi kreatif Kota Kendari,” pungkasnya.