Pencarian

Startup Kuliner Nusantara Andalkan Inovasi Kemasan dan Media Sosial untuk Gaet Gen Z

Kamis, 20 Agustus 2026 • 17:51:31 WIB
Startup Kuliner Nusantara Andalkan Inovasi Kemasan dan Media Sosial untuk Gaet Gen Z
Kemasan modern dan promosi media sosial menjadi strategi utama pelaku usaha kuliner tradisional untuk menjangkau konsumen Generasi Z.

SULAWESI TENGGARA — Inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi pelaku usaha kuliner tradisional di tengah gempuran tren makanan kekinian. Tantangan utama yang dihadapi para perajin klepon, serabi, hingga getuk bukan hanya soal cita rasa, tetapi bagaimana produk warisan ini bisa relevan dengan kebiasaan belanja generasi muda yang serba cepat dan visual.

Data BPS Jadi Modal bagi UMKM Kuliner

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat makanan dan minuman jadi masih menjadi komponen penting dalam konsumsi rumah tangga. Dalam tabel statistik 2025 yang diperbarui Januari 2026, kelompok makanan seperti kue basah, gorengan, gado-gado, ketoprak, dan pecel tercatat sebagai bagian dari pola konsumsi masyarakat.

Artinya, pasar untuk makanan siap konsumsi masih terbuka lebar. Kondisi ini menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk lama dengan pendekatan baru yang sesuai perilaku konsumen saat ini.

Media Sosial Mengubah Cara Jajanan Pasar Dikenalkan

Saluran pemasaran konvensional yang mengandalkan pembeli datang ke pasar kini mulai bergeser. Media sosial menjadi jalur utama untuk memperkenalkan produk ke calon konsumen di luar lingkungan tempat penjual biasa berjualan. Foto dan video makanan kini berfungsi sebagai etalase digital yang efektif.

Strategi ini dinilai lebih dekat dengan kebiasaan Generasi Z yang mencari referensi kuliner melalui platform visual. Cara penyajian yang menarik dan konten bercerita tentang proses pembuatan menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki produk instan.

Batas Inovasi: Jangan Sampai Kehilangan Karakter

Meski ruang berinovasi terbuka, pelaku usaha tetap harus berhati-hati. Perubahan yang terlalu jauh justru berisiko menghilangkan karakter asli makanan tradisional. Bahan baku, teknik pengolahan, dan resep warisan tetap menjadi pembeda utama yang tidak boleh dikorbankan.

Pengembangan produk bisa dilakukan pada aspek pilihan rasa baru, ukuran yang lebih praktis, hingga kemasan yang lebih higienis dan modern. Pendekatan ini membuat jajanan pasar bisa dinikmati di berbagai kesempatan tanpa menghilangkan cerita budaya yang menyertainya.

Peluang bagi Investor dan Platform Digital

Pergeseran ini membuka celah bagi startup dan platform teknologi untuk masuk ke rantai pasok kuliner tradisional. Layanan logistik makanan dan platform marketplace bisa menjadi jembatan antara perajin lokal dengan konsumen di kota besar.

Bagi investor, sektor ini menarik karena memiliki pasar yang stabil dan terdokumentasi dalam data statistik pemerintah. Dukungan terhadap digitalisasi UMKM kuliner menjadi salah satu area yang potensial untuk dikembangkan dalam beberapa tahun ke depan.

Follow inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suara3news.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks