JAKARTA — Festival Handai Indonesia 2026 resmi menobatkan para penutur asing terbaik dalam lima kategori lomba, yakni bercerita, bernyanyi, berpantun, berpidato, dan berpuisi. Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi warga dunia untuk memperkuat persahabatan antarbangsa melalui bahasa Indonesia.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin menyebut festival ini merupakan bagian dari upaya penginternasionalan bahasa Indonesia melalui jalur pendidikan. Minat masyarakat dunia terhadap bahasa Indonesia dinilai semakin besar dan tersebar di berbagai negara.
Bahasa Indonesia sebagai Alat Diplomasi Lembut
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan peran strategis bahasa Indonesia dalam diplomasi internasional. Menurutnya, bahasa menjadi medium untuk mengenalkan Indonesia sekaligus membangun hubungan antarbangsa.
"Bahasa adalah alat diplomasi yang paling lembut, namun paling kuat," ujar Abdul Mu’ti.
Ia mendorong seluruh Handai Indonesia untuk terus menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai kesempatan. Selain itu, mereka diharapkan turut mengembangkan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di negara dan lembaga masing-masing.
Pemenang dari Italia dan Dukungan Dubes Laos
Pemenang pertama kategori pidato, Ciro dari Italia, mengaku tertarik mendalami bahasa Indonesia karena kekagumannya terhadap budaya Nusantara. Ketertarikan semacam ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia mampu menembus batas geografis dan budaya.
Sementara itu, Duta Besar Laos untuk Indonesia Khamfeuang Phanthaxay menilai kemampuan berbahasa Indonesia membantu warga asing memahami masyarakat dan budayanya secara lebih dekat. Ia menyebut penguasaan bahasa Indonesia turut mempererat hubungan antarbangsa melalui komunikasi langsung.
Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat
Festival Handai Indonesia dan Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat menjadi bagian dari program diplomasi bahasa Indonesia. Melalui program tersebut, bahasa Indonesia diharapkan semakin dikenal sekaligus menjadi jembatan persahabatan masyarakat dunia.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan, pembelajaran bahasa Indonesia membantu warga asing memahami budaya dan cara hidup masyarakat Indonesia. "Belajar bahasa Indonesia berarti juga belajar untuk memahami budaya, cara berpikir, dan cara hidup masyarakat Indonesia," katanya.
Puncak apresiasi Festival Handai Indonesia 2026 digelar di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta. Ajang ini sekaligus menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa bahasa Indonesia tidak hanya dipelajari, tetapi juga dirayakan oleh penutur asing dari berbagai belahan dunia.