Pencarian

75,27 Persen Warga Sultra Pakai Bahasa Indonesia di Pergaulan Sehari-hari, Provinsi Ini Masuk 10 Besar Nasional

Senin, 24 Agustus 2026 • 09:31:31 WIB
75,27 Persen Warga Sultra Pakai Bahasa Indonesia di Pergaulan Sehari-hari, Provinsi Ini Masuk 10 Besar Nasional
,27 persen warga Sulawesi Tenggara menggunakan Bahasa Indonesia dalam pergaulan sehari-hari, menempatkan provinsi ini di peringkat ke-10 nasional.

KENDARI — Penggunaan Bahasa Indonesia di Sulawesi Tenggara tercatat lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Statistik Sosial Budaya 2025 menunjukkan 75,27 persen penduduk Sultra memakai bahasa nasional saat berkomunikasi di ruang publik, sementara rata-rata nasional hanya 37,64 persen.

Angka tersebut menempatkan Sultra di posisi ke-10 dari seluruh provinsi di Indonesia. Posisi ini tetap dicapai meski wilayah ini memiliki keragaman bahasa daerah yang tinggi, mulai dari Bahasa Tolaki, Muna, Wolio, hingga Moronene.

Bahasa Indonesia Jadi Jembatan Antar-Etnis

Sultra merupakan salah satu daerah dengan komposisi suku dan etnis yang beragam. Dalam keseharian, warga dari latar belakang bahasa berbeda membutuhkan alat komunikasi bersama, dan Bahasa Indonesia mengisi peran itu.

Bahasa daerah tetap dipakai dalam interaksi internal komunitas, tetapi ketika berhadapan dengan warga dari kelompok bahasa lain, Bahasa Indonesia menjadi pilihan utama. Kondisi ini menjadikan bahasa nasional sebagai perekat sosial sekaligus sarana transaksi ekonomi dan administrasi publik.

DKI Jakarta Tertinggi, Sultra Peringkat ke-10

Dalam daftar yang dirilis BPS, DKI Jakarta memimpin dengan persentase penggunaan Bahasa Indonesia mencapai 99,7 persen. Papua menyusul di posisi kedua dengan 92,4 persen, dan Papua Barat ketiga dengan 92,1 persen.

Empat besar hingga kesembilan ditempati Kalimantan Timur (90,11 persen), Kalimantan Utara (89,02 persen), Papua Selatan (86,07 persen), Papua Barat Daya (82,48 persen), Sulawesi Tengah (80,02 persen), dan Kepulauan Riau (76,59 persen). Sultra melengkapi jajaran sepuluh besar dengan angka 75,27 persen.

Data Tegaskan Peran Bahasa Nasional di Tengah Keberagaman

Publikasi Statistik Sosial Budaya 2025 memperlihatkan penguatan fungsi Bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi antardaerah. Dengan ratusan suku dan bahasa lokal yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, bahasa nasional menjadi instrumen utama interaksi lintas kelompok.

Bagi Sultra, tingginya angka ini juga mencerminkan mobilitas penduduk dan intensitas hubungan antarwilayah. Kota Kendari sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi menjadi titik pertemuan berbagai etnis, yang mendorong penggunaan Bahasa Indonesia lebih masif dibanding daerah-daerah kantong bahasa lokal.

Follow inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sultranesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks