SULAWESI TENGGARA — Caroline Bangun dan Sumaya memastikan dua tiket final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dari cabang pentathlon dan teqball. Dua nomor yang sebelumnya tak masuk proyeksi medali Indonesia itu kini membuka peluang emas pertama Merah Putih.
Nagoya menjadi saksi kejutan awal Kontingen Indonesia. Meski upacara pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 belum resmi digelar, dua atlet Merah Putih sudah mengamankan tempat di partai puncak dari cabang yang jarang disorot.
Chef de Mission Kontingen Indonesia, Todotua Pasaribu, menyebut capaian ini di luar perhitungan awal tim. Pentathlon dan teqball memang tidak masuk daftar utama proyeksi perolehan medali.
Caroline Bangun Amankan Tiket Final dengan 1.351 Poin
Caroline Bangun lebih dulu membuka jalan. Ia memastikan tiket final nomor tunggal putri pentathlon setelah menyelesaikan empat rangkaian perlombaan pada Kamis 17 September 2026.
Total 1.351 poin dikumpulkannya sepanjang rangkaian tersebut, cukup untuk mengunci posisi di partai puncak. Angka itu menempatkan Caroline sebagai salah satu kandidat kuat peraih medali emas pertama Indonesia.
Sumaya Lewati Drama Tiga Set Kontra Wakil India
Sumaya menyusul dua hari berselang. Pada semifinal teqball tunggal putri, Sabtu 19 September 2026, ia menghadapi Quimcy Joaquim Dsouza dari India dalam laga yang berjalan ketat.
Sumaya sempat tertinggal lebih dulu setelah kalah 7-12 di set pembuka. Ia bangkit di dua set berikutnya dengan kemenangan 12-9 dan 12-7, memastikan tiket final nomor tunggal putri teqball.
"Dua atlet yang berhasil menembus final adalah Caroline Bangun dari nomor tunggal putri pentathlon dan Sumaya yang tampil pada nomor tunggal putri teqball," ujar Todotua Pasaribu.
Di Luar Proyeksi, Peluang Emas Justru Datang
Bagi Todotua, hasil ini menjadi sinyal positif bagi atlet dari cabang lain. Ia berharap kejutan serupa muncul dari nomor-nomor yang belum diunggulkan.
Pentathlon dan teqball selama ini bukan penyumbang medali rutin Indonesia di ajang Asian Games. Kehadiran keduanya di partai final membuka peluang emas yang tak diperhitungkan dalam rapat proyeksi kontingen.
Dua final tersebut menjadi ujian berikutnya bagi Caroline dan Sumaya. Jika berhasil, keduanya berpotensi menyumbang medali emas pertama bagi Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.