KENDARI — Rektor UM Kendari, Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nurdin, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., menyatakan OSDIK berfungsi sebagai fondasi awal bagi mahasiswa baru untuk mengembangkan kemampuan berorganisasi dan kepemimpinan. Menurutnya, masa transisi dari bangku sekolah ke perguruan tinggi menuntut perubahan pola belajar yang signifikan.
Jika sebelumnya siswa lebih banyak menerima arahan guru, mahasiswa dituntut mandiri dan aktif mengembangkan kemampuan sendiri. "Kita harapkan mereka semua ini kita siapkan menjadi calon pemimpin masa depan," ujar Prof. Muhammad Nurdin, Rabu, 16 September 2026.
Mengapa OSDIK Digelar di Asrama Haji Kendari?
Pemilihan Asrama Haji sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Kampus ingin membangun kemitraan sekaligus menghadirkan suasana yang lekat dengan nilai-nilai keislaman dan Muhammadiyah.
Selain pembentukan karakter, OSDIK memberi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus. Mulai dari fakultas, program studi, dosen, mahasiswa senior, hingga berbagai aktivitas kemahasiswaan yang tersedia.
17 Mahasiswa Asing dari Enam Negara Belajar di UM Kendari
UM Kendari mencatat kehadiran 17 mahasiswa asing pada tahun akademik 2026/2027. Dari jumlah itu, tujuh mahasiswa telah tiba di Kendari dan mengikuti rangkaian kegiatan kampus.
Tujuh mahasiswa tersebut berasal dari Mesir, Palestina, Filipina, Sudan Selatan, Tanzania, dan Pakistan. Mereka menempuh jenjang S1 dan S2 pada program studi Manajemen, Teknik Sipil, Pendidikan Agama Islam, Teknologi Hasil Perikanan, dan Administrasi Pendidikan.
Kehadiran mahasiswa lintas negara membuka ruang interaksi bagi mahasiswa UM Kendari. Kampus juga mendorong penguatan pembelajaran bilingual untuk meningkatkan kemampuan bahasa.
Kurikulum Diselaraskan dengan Kebutuhan Pasar Kerja
Dari sisi akademik, UM Kendari menyiapkan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja. Pembelajaran berbasis proyek terus didorong agar mahasiswa punya ruang lebih luas mengembangkan pola pikir dan kemandirian.
"Kita dekatkan dengan kebutuhan pasar. Kemudian by project, mereka bisa lebih luas mengatur cara berpikirnya dan mengatur perkuliahannya," jelas Prof. Muhammad Nurdin.
Jumlah 2.404 mahasiswa baru yang hadir masih berpotensi bertambah. Sejumlah calon mahasiswa yang telah dinyatakan lulus belum menyelesaikan proses administrasi.
Melalui OSDIK dan penguatan proses pembelajaran, UM Kendari mendorong mahasiswa baru tidak hanya beradaptasi dengan kehidupan kampus. Mereka diharapkan memiliki karakter, kompetensi, dan pengalaman organisasi sebagai bekal berkontribusi di masyarakat setelah lulus.