Pencarian

Stok Pangan Sultra Aman, Bahtra Banong Cek 78.000 Ton di Bulog

Senin, 04 Mei 2026 • 10:55:04 WIB
Stok Pangan Sultra Aman, Bahtra Banong Cek 78.000 Ton di Bulog
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong mengecek stok pangan 78.000 ton di gudang Bulog Sultra.

KENDARI — Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong melakukan inspeksi mendadak ke gudang Perum Bulog Wilayah Sulawesi Tenggara di Jalan Diponegoro, Kelurahan Punggaloba, Rabu (29/4/2026). Peninjauan ini bertujuan memastikan kondisi riil cadangan pangan daerah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Bahtra menyebut langkah ini krusial untuk memantau stabilitas pasokan di tengah dinamika global yang berpotensi mengganggu rantai pasok nasional. Kepastian stok menjadi faktor penentu dalam meredam gejolak harga di pasar lokal.

Cadangan 78.000 Ton Lampaui Kebutuhan Tahunan Sultra

Data Bulog menunjukkan kebutuhan pangan di Sulawesi Tenggara berada di angka 20.000 ton per tahun. Saat ini, stok yang tersimpan di gudang mencapai kurang lebih 78.000 ton, atau hampir empat kali lipat dari kebutuhan tahunan.

"Berdasarkan laporan Bulog, kebutuhan pangan di Sulawesi Tenggara sekitar 20.000 ton per tahun. Sementara stok yang tersedia saat ini mencapai kurang lebih 78.000 ton. Artinya, dalam kondisi normal, cadangan ini sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang," ujar Bahtra.

Legislator Fraksi Partai Gerindra tersebut menilai sistem penyimpanan dan distribusi di gudang Bulog Kendari Barat berfungsi optimal. Hal ini menjadi indikator ketahanan pangan daerah tetap terjaga meski ada tekanan eksternal.

Sistem Distribusi dan Pengawasan Ketat di Lapangan

Pengecekan langsung di lapangan dianggap penting untuk memastikan tidak ada hambatan dalam rantai distribusi dari gudang ke masyarakat. Bahtra menegaskan bahwa pengawasan lapangan merupakan bagian dari upaya DPR dalam mengawal stabilitas pasokan kebutuhan pokok.

Pemerintah daerah bersama Bulog dinilai mampu menjaga pasokan tetap stabil. Kondisi gudang yang terawat dan manajemen stok yang terukur memberikan jaminan bahwa kualitas komoditas pangan tetap terjaga sebelum sampai ke tangan konsumen.

Warga Diimbau Tidak Melakukan Panic Buying

Mengingat stok yang melimpah, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh isu kelangkaan yang belum terverifikasi. Bahtra mengingatkan bahwa pembelian berlebihan justru berisiko mengganggu ritme distribusi di lapangan dan memicu spekulasi harga.

"Kami memastikan langsung bahwa stok pangan aman dan terkendali. Masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi sampai melakukan panic buying. Pemerintah akan terus hadir menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan," tegas Bahtra.

Pemantauan serupa akan berlanjut ke berbagai daerah lain untuk mengawal ketahanan pangan nasional secara menyeluruh. Langkah ini merupakan tindak lanjut nyata dalam menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Bagikan
Sumber: gerindra.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks