JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Maluku. Proyek yang ditunggu selama hampir 30 tahun ini diyakini menjadi kunci kemandirian energi dan pemerataan pembangunan di Indonesia Timur.
Peresmian dilakukan secara daring dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/11/2024). Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan proyek ini bukan sekadar infrastruktur migas, melainkan tonggak sejarah bagi kesejahteraan masyarakat.
"Saya yakin proyek ini akan menjadi pendorong bagi kemajuan Indonesia, khususnya Indonesia Timur," ujar Presiden Prabowo.
Tiga Dasawarsa Penantian Kini Terwujud
Presiden Prabowo menyebut proyek ini telah melalui proses panjang. "Proyek ini hampir tiga dekade, tiga dasawarsa, kita tunggu. Alhamdulillah, hari ini kita mulai pembangunannya," katanya.
Blok Masela menyimpan cadangan gas alam raksasa di wilayah Tanimbar. Selama bertahun-tahun, proyek ini mandek akibat berbagai dinamika, mulai dari kajian teknis hingga skema pengembangan.
Manfaat untuk Fiskal dan Layanan Publik
Presiden menambahkan, pengembangan sektor energi seperti Blok Masela akan memberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah. Dana yang diperoleh bisa dialokasikan untuk meningkatkan kualitas layanan publik.
Mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal. "Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi pembangunan nasional," tegasnya.
Pesan Tegas: Pastikan Proyek Berjalan Lancar
Kepala Negara meminta seluruh pihak, baik pemerintah pusat, daerah, maupun kontraktor, untuk memastikan proses pembangunan berjalan tanpa hambatan. Ia ingin proyek ini segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
"Proyek Strategis Nasional Abadi Masela ini merupakan suatu proyek yang sungguh sangat penting," ujar Prabowo menekankan.
Proyek LNG Abadi Masela ditargetkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gas dalam negeri, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai pemain utama di pasar gas dunia. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mencapai ketahanan energi nasional.