SULAWESI TENGGARA — Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jatim, Langgeng Wisnu A, mengungkapkan bahwa pencapaian ini bukanlah hasil yang instan. Persiapan matang sudah dilakukan sejak awal tahun, mulai dari koordinasi intensif dengan dinas terkait, TNI-Polri, hingga penyuluh pertanian.
“Capaian luar biasa ini tidak lepas dari dukungan penuh semua pihak di setiap wilayah kerja dan Tim Jemput Gabah Perum BULOG yang bekerja tanpa lelah demi menyerap hasil panen petani,” ujar Langgeng dalam keterangan resminya di Surabaya, Sabtu (11/7/26).
Selain itu, BULOG juga menyiapkan anggaran belanja Gabah Kering Panen (GKP) dan mitra maklon untuk mengolah hasil panen petani. Strategi jemput bola ini dinilai efektif mempercepat serapan di lapangan.
Serapan Tak Berhenti Meski Target Terpenuhi
Meski target tahun ini sudah terlampaui, BULOG Jatim memastikan tidak akan menghentikan aktivitas penyerapan. Langgeng menegaskan bahwa kehadiran negara di tengah petani harus terus berjalan, terutama untuk mencegah harga gabah anjlok saat panen raya.
“Walaupun sudah melampaui target, kami tetap akan menyerap gabah petani. Ini adalah bentuk komitmen dan kehadiran negara melalui BULOG untuk menjaga agar harga gabah di tingkat petani tidak anjlok dan tetap berada pada level yang menguntungkan mereka,” tambahnya.
Kebijakan ini menjadi penting mengingat fluktuasi harga gabah kerap merugikan petani di tingkat primer. Dengan terus menyerap, BULOG berperan sebagai offtaker utama yang menstabilkan pasar.
Optimisme di Komoditas Jagung
Tidak hanya padi, BULOG Jatim juga gencar menyerap komoditas jagung pipil kering (JPK). Hingga kini, realisasi penyerapan JPK mencapai 50.727 ton atau setara 50,73 persen dari total target.
“Kami optimistis tren positif pada penyerapan jagung ini akan terus meningkat seiring dengan berjalannya musim panen,” pungkas Langgeng.
Dengan capaian ini, BULOG Jatim tidak hanya memperkuat cadangan pangan nasional, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi petani di Jawa Timur. Langkah ini menjadi contoh konkret bagaimana BUMN pangan bisa menjadi bantalan harga sekaligus motor penggerak ekonomi pedesaan.