KOLAKA UTARA — Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari menerjunkan personel dari Pos SAR Kolaka untuk melakukan operasi pencarian di Desa Tinukari, Kecamatan Wawo. Langkah ini diambil setelah seorang warga bernama Jais (28) dilaporkan tidak kunjung kembali dari kebunnya sejak Kamis lalu.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin, A.S, mengonfirmasi bahwa tim telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada Jumat (8/5/2026) dini hari. Laporan kehilangan tersebut diterima pihak Basarnas sekitar pukul 04.40 Wita dan langsung ditindaklanjuti dengan pengiriman tim penyelamat.
“Pada pukul 04.55 Wita Tim Rescue Pos SAR Kolaka diberangkatkan menuju LKP (Last Known Position) untuk memberikan bantuan SAR, dengan jarak tempuh LKP dengan Pos SAR Kolaka sekitar 103 kilometer,” ujar Amiruddin.
Motor dan Bekal Ditemukan di Jalur HBI
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, Jais diketahui berangkat ke kebunnya di kilo 9 jalur HBI pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 07.30 Wita. Tujuan korban ke kebun tersebut adalah untuk mengolah gula merah, sebuah aktivitas rutin yang biasa ia lakukan setiap hari.
Pihak keluarga mulai merasa khawatir saat Jais tidak kunjung pulang hingga malam hari. Biasanya, pria berusia 28 tahun itu sudah berada di rumah pada pukul 16.00 Wita. Namun, hingga pukul 19.00 Wita, keberadaan Jais masih menjadi tanda tanya bagi keluarga dan warga setempat.
Upaya pencarian mandiri sebenarnya telah dilakukan oleh warga Desa Tinukari sesaat setelah menyadari korban hilang. Namun, penyisiran di area kebun hanya membuahkan hasil berupa penemuan sepeda motor milik Jais. Selain kendaraan, warga juga menemukan bekal makanan yang dibawa korban masih berada di lokasi tersebut.
Tim SAR Tempuh Jarak 103 Kilometer
Mengingat luasnya area pencarian dan minimnya petunjuk lanjutan, keluarga akhirnya memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang. Lokasi pencarian di kilo 9 jalur HBI dikenal memiliki medan yang cukup menantang bagi tim di lapangan.
Hingga saat ini, Tim Rescue Pos SAR Kolaka masih terus bergerak menuju titik koordinat terakhir korban terlihat. Jarak tempuh sejauh 103 kilometer menjadi tantangan awal dalam operasi penyelamatan ini. Tim membawa peralatan pendukung pencarian di hutan untuk membantu menyisir area sekitar lokasi penemuan motor korban.
Pihak Basarnas Kendari terus berkoordinasi dengan warga dan aparat desa di Kecamatan Wawo untuk mempercepat proses evakuasi jika korban ditemukan. Fokus pencarian saat ini dipusatkan di sekitar area kebun dan jalur yang biasa dilewati korban saat mengolah gula merah.