BUTON UTARA — Air luapan Sungai Langkumbe mulai masuk ke rumah-rumah warga di Desa Lapandewa sejak pukul 05.00 WITA. Kondisi geografis desa yang berada di bantaran sungai membuat wilayah ini rentan terdampak saat intensitas hujan meningkat tajam dalam waktu lama.
Debit Air Kembali Meningkat Menjelang Malam
Warga setempat melaporkan bahwa genangan air sempat menyusut pada pukul 09.00 WITA. Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama karena debit air terpantau kembali naik signifikan saat memasuki pukul 18.00 WITA.
"Dari pukul lima subuh sudah naik di permukiman warga. Jam sembilan lewat sudah surut. Sekarang sudah mulai naik lagi. Tidak hujan, tetapi naik lagi. Mungkin di gunung yang hujan," ujar Sarwan, salah satu warga Lapandewa, Jumat (8/5).
Fenomena kenaikan air tanpa adanya hujan di lokasi permukiman ini mengindikasikan adanya kiriman air dari wilayah hulu atau pegunungan. Warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai kini berada dalam posisi siaga untuk mengantisipasi luapan yang lebih besar.
Ancaman Banjir Tahunan di Desa Lapandewa
Banjir di wilayah Kulisusu Barat ini merupakan kejadian yang berulang setiap tahun. Masyarakat setempat sudah terbiasa menghadapi luapan sungai, terutama saat curah hujan tinggi mengguyur wilayah Buton Utara secara terus-menerus.
"Tiap tahun (banjir). Kalau sudah hujan satu hari satu malam, pasti akan banjir. Apalagi kalau bertepatan dengan air sungai naik, itu pasti cepat meluap," lanjut Sarwan menjelaskan siklus banjir di daerahnya.
Merespons kenaikan air yang fluktuatif, warga secara mandiri mulai memindahkan perabotan rumah tangga dan barang elektronik ke titik yang lebih tinggi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan rumah yang parah akibat rendaman air tersebut.