KONAWE UTARA — Angka IKK 93,79 poin menunjukkan harga konstruksi di wilayah ini setara 0,938 kali lipat harga di Kota Surabaya. Artinya, membangun rumah, gedung, atau infrastruktur di Konawe Utara lebih murah 6,21 persen dibandingkan ibu kota Jawa Timur tersebut.
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ini dalam publikasi IKK Provinsi dan Kabupaten/Kota 2025. Indeks ini menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah dan kontraktor untuk menghitung standar biaya pembangunan, termasuk dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Turun 3,15 Poin dalam Lima Tahun Terakhir
Dalam setahun terakhir, IKK Konawe Utara turun 1,87 poin. Dalam lima tahun terakhir, angka ini menyusut hingga 3,15 poin. Tren penurunan ini mengindikasikan biaya konstruksi di kabupaten tersebut relatif stabil atau semakin terjangkau dibandingkan daerah lain.
Meski demikian, posisi Konawe Utara masih di bawah rata-rata provinsi. Dari 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara, IKK Konawe Utara menempati urutan terendah ke-11.
Kota Kendari Paling Murah, Wakatobi Paling Mahal
Kota Kendari menjadi daerah dengan biaya konstruksi termurah di Sulawesi Tenggara dengan IKK 86,1 poin. Disusul Kabupaten Konawe (86,55 poin), Kolaka (86,59 poin), Kolaka Timur (87,09 poin), dan Kolaka Utara (87,39 poin).
Di sisi lain, Kabupaten Wakatobi menjadi yang termahal dengan IKK 105,7 poin. Angka itu berarti biaya konstruksi di Wakatobi 5,7 persen lebih tinggi dibandingkan Surabaya. Disusul Buton Tengah (98,53 poin), Buton Utara (95,94 poin), Buton (95,37 poin), dan Buton Selatan (94,19 poin).
Apa Arti IKK bagi Warga dan Pembangunan Daerah?
IKK bukan sekadar angka statistik. Bagi pemerintah daerah, indeks ini menjadi dasar perhitungan harga satuan pokok kegiatan (HSPK) dalam proyek infrastruktur. Semakin rendah IKK, semakin kecil anggaran yang dibutuhkan untuk membangun satu unit bangunan atau jalan.
Bagi kontraktor lokal, data ini menjadi acuan untuk menentukan harga penawaran dalam tender proyek. Bagi warga, IKK yang rendah berarti biaya membangun rumah atau ruko lebih ringan dibandingkan di kota-kota besar di Indonesia.
Dengan tren penurunan dalam lima tahun terakhir, Konawe Utara menunjukkan iklim konstruksi yang kompetitif. Ini bisa menjadi sinyal positif bagi investor atau pengembang yang ingin membangun proyek properti atau infrastruktur di wilayah tersebut.