KENDARI — Antrean panjang membeludak di pelataran Kantor Wali Kota Kendari sejak pagi. Ratusan warga, didominasi ibu-ibu rumah tangga, berdesakan untuk mendapatkan minyak goreng murah yang baru tersedia pada hari ketiga pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, menjelaskan bahwa stok minyak goreng dari Bulog baru bisa disalurkan pada Jumat (22/5/2026) kemarin. Selama dua hari pertama, komoditas ini kosong, membuat permintaan warga semakin melonjak.
Mengapa Minyak Goreng Langka di Pasaran?
Abdul Rauf mengungkapkan, kelangkaan minyak goreng di Kendari saat ini dipengaruhi oleh program bantuan pangan pemerintah. Tahun ini, sebanyak 27.000 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Kendari mendapat jatah minyak goreng 4 liter per kepala keluarga setiap bulan.
“Ini program baru. Tahun lalu yang dibantu beras, sekarang minyak goreng. Distribusi langsung ke masyarakat membuat stok di pasaran ikut berkurang,” ujar Abdul Rauf kepada telisik.id.
Ditambah lagi, dampak banjir beberapa waktu lalu turut mengganggu rantai distribusi pangan. Pemkot Kendari kemudian mengusulkan bantuan tambahan ke pemerintah pusat. Hasilnya, saat Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Kepala Badan Pangan berkunjung, Kota Kendari mendapat tambahan 1.500 sachet minyak goreng dan beras.
Fakta Singkat Gerakan Pangan Murah Pemkot Kendari
- Lokasi: Pelataran Kantor Wali Kota Kendari
- Periode: 20-24 Mei 2026 (5 hari)
- Harga minyak goreng: Rp 16.000/liter (pasar normal Rp 25.000/liter)
- Harga beras: Rp 58.000/sak
- Harga telur: Rp 45.000 - Rp 50.000/rak
- Jumlah KPM penerima bantuan minyak goreng: 27.000 keluarga
Emak-emak Rela Antre Sejak Pagi
Salah satu peserta pasar murah, Andi Nuraisa, menuturkan bahwa antusiasme warga terhadap minyak goreng sangat tinggi. “Di Bulog tidak ada minyak, di pasar murah dua hari juga tidak ada. Tujuan utama ibu-ibu ke sini cari minyak goreng,” katanya.
Ia menambahkan, pada hari ketiga stok akhirnya keluar dari Bulog dan langsung diserbu. Selisih harga Rp 9.000 per liter dibandingkan harga eceran di warung menjadi daya tarik utama. Warga yang kebagian mengaku lega bisa menyimpan stok untuk kebutuhan sehari-hari dan persiapan Idul Adha.
Pemkot Kendari menggandeng Bulog untuk memastikan pasokan minyak goreng tetap tersedia di hari-hari tersisa pelaksanaan pasar murah. Abdul Rauf menyebut pihak Bulog telah mengonfirmasi adanya tambahan pasokan dalam beberapa hari ke depan.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyambut baik sinergi seluruh pihak dalam kegiatan ini. Menurutnya, kolaborasi antara pemda, Bulog, dan pelaku UMKM menjadi kunci menjaga stabilitas harga pangan pascabencana dan menjelang hari raya.