KENDARI — Pemerintah Kota Kendari merespons laporan dugaan KDRT yang viral di media sosial dan dikaitkan dengan Wali Kota Siska ADP. Pihak pemkot menegaskan permasalahan rumah tangga antara Siska ADP dan suaminya, ADP, sudah selesai dan tidak perlu dibesar-besarkan.
Klarifikasi Resmi: Damai Secara Kekeluargaan
Juru bicara Pemkot Kendari menyatakan persoalan itu sudah rampung. “Ini adalah urusan rumah tangga yang sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (19/11/2024).
Pernyataan ini membantah spekulasi bahwa kasus masih berproses hukum. Pemkot meminta publik tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Kronologi yang Viral: Laporan ke Polresta Kendari
Sebelumnya, beredar kabar bahwa Wali Kota Siska ADP dilaporkan ke Polresta Kendari atas dugaan KDRT. Laporan itu ramai diperbincangkan di grup WhatsApp dan platform media sosial sejak akhir pekan lalu.
Pihak kepolisian hingga kini belum memberikan konfirmasi resmi terkait nomor register laporan. Pemkot pun enggan membeberkan detail kronologi kejadian.
Imbauan Pemkot: Jangan Terprovokasi Isu
Pemkot Kendari mengimbau warga tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. “Kami harap masyarakat lebih bijak menyikapi berita yang beredar,” tegas jubir pemkot.
Langkah ini mencegah meluasnya spekulasi yang bisa mengganggu stabilitas pemerintahan dan kehidupan pribadi kepala daerah. Pemkot memastikan roda pemerintahan tetap berjalan normal.
Fakta Singkat Seputar Kasus Ini
- Pelapor: ADP, suami Wali Kota Kendari Siska ADP.
- Isi Laporan: Dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
- Status Terkini: Pemkot menyatakan persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan.
- Lokasi: Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Langkah Selanjutnya
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan lebih lanjut dari Wali Kota Siska ADP secara pribadi. Pemkot hanya memastikan tidak ada dampak administratif terhadap jalannya pemerintahan daerah.
Pihak kepolisian diharapkan segera memberikan pernyataan resmi untuk mengklarifikasi status laporan. Publik menanti kejelasan agar isu ini tidak terus bergulir tanpa kepastian.