KOLAKA — Husmaluddin menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak boleh hanya menjadi pajangan di kantor atau sekadar teks di buku sejarah. Ia mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk benar-benar menghidupkan ideologi tersebut dalam keseharian.
Generasi Muda Jadi Benteng Pertahanan Nilai Luhur
Menurut Husmaluddin, generasi muda memegang peranan krusial sebagai benteng pertahanan moral bangsa. Di tengah ketidakpastian global, disrupsi teknologi, dan dinamika geopolitik, Pancasila harus tetap menjadi "bintang penuntun" dan "jangkar moral".
"Saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah," kata Husmaluddin.
Tema 2026: Pancasila sebagai Fondasi Perdamaian Dunia
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Husmaluddin menyebut tema itu menjadi pernyataan tegas bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan domestik di tengah keberagaman etnik. Lebih dari itu, ideologi ini juga bisa menjadi instrumen diplomasi internasional yang bebas aktif dalam menjembatani konflik dunia.
Kemajuan Ekonomi Jangan Sampai Kehilangan Arah Moral
Wabup Kolaka menekankan bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi yang dicapai saat ini tidak boleh membuat bangsa kehilangan arah moral. Ia mengajak seluruh pihak untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan yang kuat.
"Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai," ujar Husmaluddin.
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Kolaka itu turut dihadiri oleh jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh masyarakat, serta para pelajar setempat.