Pencarian

Wagub Sultra Hugua: Pancasila Bukan Sekadar Hafalan, Tapi Budaya yang Hidup di Tengah Keluarga

Senin, 01 Juni 2026 • 15:09:01 WIB
Wagub Sultra Hugua: Pancasila Bukan Sekadar Hafalan, Tapi Budaya yang Hidup di Tengah Keluarga
Wakil Gubernur Sultra Hugua menegaskan Pancasila sebagai budaya hidup di tengah keluarga Indonesia.

KENDARI — Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua menyebut Pancasila sebagai identitas bangsa Indonesia yang abadi, terutama di tengah keberagaman lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan suku bangsa. Menurutnya, kekuatan ideologi ini menjadi modal utama Indonesia untuk terus berkembang menjadi negara maju dan disegani di kancah global.

Nilai Pancasila Diwariskan Lewat Pola Asuh, Bukan Sekadar Kurikulum

"Walaupun ajaran Pancasila mungkin tidak lagi diajarkan secara masif seperti dulu, saya percaya nilai-nilai itu masih diwariskan oleh orang tua. Ideologi ini sesungguhnya adalah budaya yang hidup dalam hati sanubari bangsa Indonesia," ujar Hugua.

Ia menambahkan, nilai-nilai seperti mengutamakan kepentingan umum, persatuan, dan toleransi harus terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadi penting mengingat tantangan generasi muda yang dinilai semakin jauh dari pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Tema 2026: Pancasila Fondasi Perdamaian Dunia

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sultra Adrian mengatakan peringatan tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Menurutnya, tema itu menjadi pengingat agar nilai Pancasila terus membumi di seluruh wilayah, khususnya di Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara.

"Kami berharap nilai-nilai luhur Pancasila terus hidup di seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum. Sosialisasi harus terus dilakukan, terutama kepada generasi muda karena tantangan ke depan semakin besar," ujar Adrian.

Fakta Singkat: Tantangan dan Harapan di Era Digital

  • Perkembangan teknologi informasi disebut sebagai tantangan terbesar dalam menjaga nilai kebangsaan di kalangan anak muda.
  • Adrian menekankan generasi muda perlu dibekali pemahaman kuat agar mampu menyaring informasi yang diterima.
  • Nilai gotong royong, menghargai perbedaan, dan toleransi antarumat beragama harus dihayati, bukan hanya dipelajari di sekolah.

Adrian menegaskan nilai-nilai tersebut menjadi faktor utama yang mempersatukan bangsa sekaligus fondasi mewujudkan perdamaian dunia. Ia berharap semangat Pancasila tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi benar-benar diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Kita percaya Indonesia akan selalu ada dan menjadi negara yang hebat ke depan karena memiliki ideologi yang begitu kuat dan mantap," pungkas Hugua.

Bagikan
Sumber: sultra.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks