SULAWESI TENGGARA — Operasi dengan nama sandi Yellowfin ini menjadi contoh terbaru bagaimana aparat kepolisian di berbagai negara mulai beralih ke teknologi penerbangan nirawak yang relatif murah. Alih-alih menggunakan drone militer yang kompleks, Humberside Police mengandalkan perangkat yang mirip dengan drone konsumen biasa yang harganya hanya beberapa ribu dolar AS per unit.
Drone Bisa Intai Pengendara Tanpa Diketahui
Keunggulan utama drone dalam operasi ini adalah kemampuannya mengawasi dari atas tanpa menimbulkan kecurigaan. Polisi bisa mengarahkan unit darat langsung ke lokasi pelaku, yang kerap terkejut karena tidak sempat melarikan diri.
Menurut laporan BBC, dalam salah satu operasi, petugas menggunakan rekaman drone untuk menemukan dan menyita sebuah skuter listrik ilegal yang dikendarai oleh sekelompok remaja. Polisi juga merespons laporan tentang pengendara motor off-road yang memakai balaclava dan melintas di taman serta jalur publik.
Tanpa Plat Nomor dan Wajah Tertutup, Pelaku Susah Dilacak
Kendaraan-kendaraan ini biasanya tidak memiliki plat nomor identitas. Ditambah lagi, pengendaranya kerap menutupi wajah. Kombinasi ini membuat metode penegakan hukum konvensional—seperti pengejaran atau razia statis—seringkali tidak efektif. Polisi juga enggan melakukan pengejaran berkecepatan tinggi yang berisiko tinggi mencelakai warga sipil.
“Kami menerima ratusan laporan setiap tahun terkait aktivitas berkendara ilegal dan kejahatan sepeda motor,” ungkap pihak Humberside Police dalam pernyataannya. Data ini menunjukkan bahwa masalah tersebut menjadi prioritas yang terus berkembang bagi aparat penegak hukum.
Motor Off-Road Listrik Populer, Bukan Sepeda Listrik Biasa
Penting untuk dicatat bahwa kendaraan yang kerap menjadi sasaran operasi ini seringkali salah disebut sebagai “sepeda listrik” atau e-bike. Istilah ini memang ambigu karena mencakup berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda listrik ringan untuk anak-anak hingga motor listrik bertenaga tinggi seperti LiveWire.
Dalam praktiknya, kendaraan yang bermasalah di jalan raya adalah motor listrik ringan yang dirancang untuk penggunaan off-road. Motor-motor seperti Sur Ron, Talaria, dan sejenisnya tidak memiliki registrasi kendaraan, asuransi, dan persyaratan lain yang diperlukan untuk penggunaan jalan raya yang legal. Semakin populernya motor-motor ini di kalangan pengendara muda membuat polisi harus mencari cara baru untuk menertibkannya.
Polisi di Negara Lain Juga Mulai Mengadopsi Drone
Penggunaan drone oleh Humberside Police bukanlah kasus yang terisolasi. Tren serupa mulai terlihat di berbagai yurisdiksi lain. Selain penerbangan drone, beberapa departemen kepolisian juga bereksperimen dengan jalur pengaduan publik dan jaringan kamera pengawas untuk menekan angka pelanggaran.
Dengan harga yang terjangkau—cukup beberapa ribu dolar untuk melengkapi satu unit drone—metode ini dinilai sebagai solusi efektif untuk memberikan “mata-mata” di langit yang bisa menjangkau area yang sulit diawasi oleh petugas di darat.