Pencarian

Polresta Kendari Sasar 5 Pelanggaran Lalu Lintas di Operasi Patuh Anoa 2026, Pelat Nomor Jadi Prioritas

Kamis, 04 Juni 2026 • 18:50:01 WIB
Polresta Kendari Sasar 5 Pelanggaran Lalu Lintas di Operasi Patuh Anoa 2026, Pelat Nomor Jadi Prioritas
Polresta Kendari fokus menindak pelanggaran pelat nomor dalam Operasi Patuh Anoa 2026.

KENDARI — Operasi Patuh Anoa 2026 di Kota Kendari tidak hanya menyasar pelanggaran kasat mata seperti helm atau sabuk pengaman. Polresta Kendari menempatkan pelanggaran Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau pelat nomor sebagai target utama selama dua pekan operasi yang dimulai 8 Juni 2026.

Kasat Lantas Polresta Kendari, AKP Kevin Fahri Ramadhan, mengatakan TNKB menjadi prioritas karena mudah terlihat saat petugas melakukan pengawasan di lapangan.

"Karena pelanggaran TNKB merupakan pelanggaran kasat mata," kata Kevin kepada telisik.id, Kamis (4/6/2026).

Lima Jenis Pelanggaran yang Ditindak

Selain TNKB, terdapat empat pelanggaran lain yang menjadi sasaran Operasi Patuh Anoa 2026. Polresta Kendari menyebut seluruhnya berpotensi membahayakan keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.

  • Tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI)
  • Tidak memakai sabuk pengaman
  • Menggunakan handphone saat berkendara
  • Melanggar lampu lalu lintas
  • Plat nomor tidak sesuai ketentuan

Tilang Manual dan ETLE Berjalan Beriringan

Dalam pelaksanaannya, polisi mengombinasikan dua metode penindakan. Pertama, melalui electronic traffic law enforcement (ETLE) handheld untuk pelanggaran yang terekam kamera. Kedua, tilang manual untuk pelanggaran yang tidak bisa dideteksi sistem.

"Pelanggaran yang memang membahayakan keselamatan pengendara maupun orang lain dan tidak bisa terdeteksi oleh ETLE akan ditindak menggunakan tilang manual," ujar Kevin.

Pendekatan ganda ini, menurut polisi, dilakukan agar tidak ada celah bagi pengendara yang melanggar aturan.

Target: Turunkan Angka Pelanggaran dan Kecelakaan Dibanding 2025

Operasi Patuh Anoa 2026 digelar secara serentak di seluruh Indonesia. Namun, Polresta Kendari memasang target spesifik untuk wilayah hukumnya: angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas harus lebih rendah dibanding operasi serupa tahun lalu.

"Kami menargetkan baik angka kecelakaan maupun pelanggaran lalu lintas harus lebih kecil dibanding pelaksanaan Operasi Patuh 2025," pungkasnya.

Polresta Kendari berharap operasi ini mampu menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang lebih baik di tengah masyarakat.

Bagikan
Sumber: telisik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks