Pencarian

Menteri Pertanian Andi Amran Ajak UHO Kendari Kawal 38 Juta Bibit Kakao, Mete, dan Kelapa di Sultra

Sabtu, 06 Juni 2026 • 17:42:01 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Ajak UHO Kendari Kawal 38 Juta Bibit Kakao, Mete, dan Kelapa di Sultra
Menteri Pertanian Andi Amran Ajak UHO Kendari Kawal Distribusi 38 Juta Bibit di Sulawesi Tenggara.

KENDARI — Kolaborasi antara akademisi dan petani disebut menjadi kunci agar bantuan bibit berskala besar tidak sia-sia. Pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, telah menyalurkan puluhan juta bibit kakao, mete, dan kelapa ke berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.

“Antara kampus dan petani harus berkolaborasi. Kita menemukan ide-ide baru dari kampus dan mencari masukan terkait bagaimana hasil-hasil pertanian memacu pertumbuhan ekonomi,” ungkap Amran.

Kampus sebagai Sumber Ide, Pemerintah sebagai Eksekutor

Dalam kuliah umumnya, Amran menekankan bahwa kampus tidak boleh berjarak dari persoalan di lapangan. Menurutnya, riset dan inovasi yang lahir dari universitas harus bisa langsung diterjemahkan menjadi kebijakan oleh pemerintah dan diadopsi oleh industri.

“Ide-ide baru itu muncul dari kampus, kemudian dieksekusi oleh pemerintah sebagai regulator dan diterapkan oleh usaha-usaha industri. Itulah pentingnya kampus,” sambung Menteri yang juga merangkap sebagai Kepala Badan Pangan Nasional ini.

Target Swasembada Pangan dan Bonus Demografi

Amran optimistis target swasembada pangan, khususnya di Sulawesi Tenggara, bisa tercapai lebih cepat jika seluruh elemen bergerak terpadu. Ia menyoroti bonus demografi yang dimiliki Indonesia sebagai modal besar untuk membangun sektor pertanian.

“Generasi muda yang harus ambil peran di sektor pertanian. Cara membuat mereka terlibat di pertanian yaitu buat sektor pertanian menguntungkan. Kalau dia untung, dia produksi,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini tidak bisa hanya mengandalkan satu sektor. Regulasi yang kuat dan hilangnya egoisme sektoral menjadi prasyarat agar produktivitas pertanian optimal dan kesejahteraan petani meningkat.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Syarat Mutlak

“Selanjutnya perlu regulasi. Kita tidak boleh egoisme sektoral, kalau perlu kita satu komando. Pertanian tidak mungkin swasembada tanpa kolaborasi dengan sektor lain,” pungkas Amran.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memastikan bantuan bibit yang telah digelontorkan benar-benar meningkatkan produksi dan pendapatan petani di Sulawesi Tenggara.

Bagikan
Sumber: telisik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks