BAUBAU — Ratusan kilogram sampah berhasil disingkirkan dari garis pantai Nirwana, Kelurahan Baadia, Kecamatan Murhum, dalam aksi yang digagas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Baubau. Sampah yang terkumpul mencapai 472 kilogram, terdiri dari limbah plastik, kayu, hingga sisa kemasan rumah tangga yang terbawa arus.
Karyawan dan Warga Turun ke Pantai
Peringatan Ocean Clean Up Day tahun ini tidak hanya diisi oleh jajaran manajemen dan staf ASDP. Warga sekitar pantai serta komunitas peduli lingkungan ikut bergabung sejak pagi. Mereka menyisir area seluas kurang lebih satu kilometer untuk memastikan tidak ada sampah yang tertinggal di pasir maupun di sela-sela bebatuan.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap kelestarian ekosistem laut. Manajemen ASDP Baubau menilai pesisir pantai memiliki peran krusial bagi pariwisata dan kehidupan biota laut di wilayah tersebut.
Langkah Kecil untuk Laut yang Lebih Bersih
Sampah plastik mendominasi temuan dalam aksi bersih-bersih tersebut. Botol bekas, kantong kresek, dan styrofoam menjadi jenis limbah yang paling banyak dikumpulkan. Sampah non-organik ini kemudian dipilah untuk diolah lebih lanjut atau diserahkan ke bank sampah setempat.
Pihak ASDP menyebut kegiatan serupa akan dijadwalkan secara berkala, tidak hanya saat momen internasional. Kesadaran menjaga kebersihan pantai dinilai perlu ditanamkan secara terus-menerus, terutama di kawasan yang menjadi destinasi wisata warga Baubau.
Harapan untuk Pariwisata Baubau
Pantai Nirwana selama ini menjadi salah satu ruang publik favorit di Kota Baubau. Keberadaan sampah yang menumpuk kerap mengurangi kenyamanan pengunjung. Dengan aksi seperti Ocean Clean Up Day, diharapkan kebiasaan membuang sampah sembarangan bisa ditekan.
ASDP Baubau berencana melibatkan lebih banyak pihak pada kegiatan mendatang, termasuk pelajar dan pelaku usaha di sektor pariwisata. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar upaya menjaga kebersihan laut berjalan berkelanjutan.