KENDARI — Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya yang diraih Pemprov Sultra menjadi bukti pengakuan pemerintah pusat terhadap keseriusan daerah dalam membangun tata kelola ASN yang profesional dan berbasis kompetensi. Penghargaan ini diberikan kepada instansi yang berhasil mengimplementasikan kebijakan pro-karier ASN melalui pengembangan karier, manajemen talenta, digitalisasi layanan kepegawaian, serta penerapan sistem merit.
Empat Provinsi dan 14 Kabupaten/Kota Diusulkan, Sultra Raih Kategori Madya
Dalam penilaian tahun ini, Kantor Regional IV BKN Makassar mengusulkan empat pemerintah provinsi dan 14 pemerintah kabupaten/kota untuk menerima penghargaan serupa. Dari usulan tersebut, Provinsi Sulawesi Selatan meraih penghargaan tertinggi, Adhi Manawa Nugraha Utama, sementara Sultra menerima Adhi Manawa Nugraha Madya. Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) memperoleh Adhi Manawa Nugraha Pratama.
Langkah Pemprov Sultra: Manajemen Talenta hingga Digitalisasi Layanan Kepegawaian
Pemprov Sultra terus melakukan pembenahan manajemen ASN melalui penguatan manajemen talenta, peningkatan kompetensi pegawai, hingga transformasi digital layanan kepegawaian. Langkah tersebut diarahkan untuk membangun birokrasi yang lebih adaptif, efektif, dan modern.
“Penghargaan ini diberikan kepada instansi pemerintah yang berhasil mengimplementasikan kebijakan pro-karier ASN melalui pengembangan karier, manajemen talenta, digitalisasi layanan kepegawaian, serta penerapan sistem merit,” ungkap Andi Khaeruni, Senin (8/6/2026).
Motivasi untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Andi Khaeruni mengatakan capaian itu akan menjadi motivasi bagi Pemprov Sultra untuk terus memperkuat kualitas manajemen ASN dan pelayanan publik. Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas manajemen ASN yang adaptif, profesional, dan berdaya saing guna mendukung pelayanan publik yang efektif, akuntabel, dan berkualitas.
“Capaian ini menjadi motivasi bagi Pemprov Sultra untuk terus meningkatkan kualitas manajemen ASN yang adaptif, profesional, dan berdaya saing guna mendukung pelayanan publik yang efektif, akuntabel, dan berkualitas,” tandasnya.