BUTON — Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan bahwa tim SAR kembali melanjutkan penyisiran sejak pukul 07.15 Wita dengan membagi personel menjadi dua tim. Tim pertama menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk menyisir area seluas 25 mil laut persegi, sementara tim kedua dikerahkan menggunakan longboat dengan cakupan sekitar 3,53 mil laut persegi.
Perahu dan Ponsel Korban Ditemukan Terdampar di Pesisir Buton Utara
Insan diketahui pergi memancing seorang diri menggunakan longboat pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 02.00 Wita di perairan Lasalimu. Korban dilaporkan tidak kembali hingga keesokan harinya, memicu pencarian oleh keluarga dan warga setempat.
Pada Minggu (14/6/2026), longboat milik korban bersama telepon genggamnya ditemukan terdampar di pesisir Desa Koepisino atau Tanah Merah, Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada Basarnas Kendari untuk memulai operasi SAR resmi.
Kondisi Cuaca Mendukung, Tim Libatkan Polair hingga Babinsa
Berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan dengan kecepatan angin mencapai 20 kilometer per jam dari arah timur. Kondisi ini dinilai masih memungkinkan operasi pencarian dilakukan secara maksimal.
Sejumlah unsur masih dilibatkan dalam operasi SAR ini, di antaranya KPP Kendari, Pos SAR Wakatobi, Polair Buton, Polair Buton Utara, Polsek Lasalimu, Babinsa Lasalimu, masyarakat setempat, serta keluarga korban. Tim juga mengerahkan berbagai peralatan pendukung seperti Rescue Car, RIB, Aquaeye, peralatan medis, peralatan evakuasi, dan perangkat komunikasi.
Basarnas Minta Masyarakat Laporkan Jika Temukan Keberadaan Korban
Hingga berita ini diterbitkan, korban masih dalam pencarian dan operasi SAR terus dilanjutkan oleh Tim SAR Gabungan. Basarnas Kendari berharap korban dapat segera ditemukan serta meminta masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan korban agar segera melapor kepada petugas di lapangan.